Warga Desak Pemanfaatan Kembali Terminal Lama Thumburuni Fakfak

  • 02 Jun 2026 13:29 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Bangunan Terminal Lama Pasar Rakyat Thumburuni di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, hingga kini masih terlihat tidak difungsikan dan terbengkalai. Fasilitas yang dahulu menjadi pusat aktivitas transportasi masyarakat itu kini tampak sepi tanpa aktivitas kendaraan umum maupun penumpang.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan akibat tidak adanya perawatan dalam waktu yang cukup lama. Dinding terminal terlihat kusam dan dipenuhi lumut, sementara beberapa bagian tangga dan lantai mengalami keretakan. Di sejumlah titik, tumbuhan liar mulai tumbuh di sela-sela bangunan dan area sekitar terminal.

Kondisi serupa juga terlihat pada bagian atap dan plafon terminal. Sebagian plafon tampak terkelupas bahkan ambruk, menandakan bangunan tersebut sudah lama tidak digunakan sebagaimana mestinya sejak kebakaran Pasar Rakyat Thumburuni saat kerusuhan sosial se-Tanah Papua pada tahun 2019.

Selain menimbulkan kesan kumuh di kawasan perdagangan, tidak berfungsinya terminal tersebut dinilai berdampak pada pengaturan lalu lintas di sekitar pasar. Ketiadaan terminal tetap menyebabkan kendaraan angkutan umum dan ojek mencari lokasi sendiri untuk menaikkan maupun menurunkan penumpang.

Salah satu warga Fakfak, Arifin, mengatakan kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, keberadaan bangunan yang berada di kawasan strategis itu perlu segera ditata kembali agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pemerintah Daerah sudah seharusnya punya solusi konkret yang cepat, mengingat bangunan tersebut berada di kawasan strategis yang berdekatan dengan pusat aktivitas perdagangan masyarakat,” ujar Arifin saat ditemui di Fakfak.

Ia menambahkan, masyarakat berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan aset tersebut, baik melalui rehabilitasi maupun pengembangan fungsi baru yang dapat mendukung aktivitas ekonomi dan transportasi. “Akibat tidak ada terminal tetap, kini lalu lintas semakin semrawut di depan Pasar Rakyat Thumburuni. Ojek memarkir kendaraan di depan pasar, sementara angkot mengambil penumpang di badan jalan. Kami berharap aset ini bisa kembali dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....