Khutbah Idul Adha Fakfak Tekankan Keteladanan Nabi Ibrahim AS

  • 27 Mei 2026 11:14 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Besar Masjid Al-Munawwarah Fakfak berlangsung khidmat pada Jumat pagi. Para jamaah memadati area masjid untuk mengikuti ibadah sekaligus mendengarkan khutbah yang disampaikan Ustad Usman Abdul Malik tentang makna pengorbanan dan ketundukan kepada Allah SWT.

Dalam khutbahnya, Ustad Usman Abdul Malik mengajak umat Islam menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana memperkuat keimanan dan kepatuhan kepada Allah SWT. Ia menegaskan bahwa gema takbir yang berkumandang di seluruh penjuru dunia menjadi tanda kebesaran Allah SWT yang dirasakan seluruh umat Muslim, termasuk jamaah haji yang berkumpul di Makkah Al-Mukarramah.

“Pada kesempatan ini, seluruh umat manusia di penjuru dunia mengagungkan nama-nama Allah SWT. Takbir menghiasi angkasa dan pada waktu yang sama saudara-saudara kita berkumpul di pusat ibadah umat Islam di Makkah Al-Mukarramah,” ujar Ustad Usman Abdul Malik dalam khutbahnya.

Ia mengatakan, Iduladha bukan sekadar perayaan penyembelihan hewan kurban maupun pesta makan bersama. Menurutnya, terdapat nilai besar yang harus dipetik dari perjalanan keluarga Nabi Ibrahim AS yang diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai teladan keimanan dan pengorbanan.

“Momentum Iduladha bukan hanya sekadar merayakan hari penyembelihan saja, namun ada pelajaran penting dari perjalanan keluarga Nabi Ibrahim AS yang harus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Dalam penjelasannya, Ustad Usman menyoroti ketundukan Nabi Ibrahim AS saat menerima perintah Allah SWT untuk meninggalkan Ibunda Hajar dan Nabi Ismail AS di padang tandus. Ia menyebut Nabi Ibrahim AS tetap tunduk dan patuh tanpa membantah meski perintah tersebut sangat berat dijalankan.

Selain itu, ia juga mengingatkan kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Menurutnya, keteladanan tersebut menunjukkan bentuk kepasrahan total kepada Allah SWT yang juga diwariskan kepada Nabi Ismail AS sebagai anak saleh hasil didikan orang tua yang taat kepada Allah.

“Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan Allah SWT. InsyaAllah engkau akan mendapatiku sebagai orang yang sabar. Inilah gambaran anak-anak saleh melalui pendidikan orang tua yang saleh,” ucapnya mengutip kisah dalam Al-Qur’an.

Ustad Usman juga menyinggung kondisi kehidupan umat manusia di zaman modern yang penuh godaan dan fitnah. Ia mengajak jamaah untuk merenungkan sejauh mana kepatuhan kepada Allah SWT, terutama dalam menjalankan ibadah salat lima waktu yang menjadi kewajiban setiap Muslim.

“Melalui momentum yang mulia ini, mari bersama-sama kita tanamkan dalam hati bentuk patuh dan tunduk kepada Allah SWT. Kita kembalikan pengorbanan kita kepada Allah SWT agar semakin dekat, semakin cinta, dan semakin takut kepada Allah SWT,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....