HUT Ke-41 GPI Papua, Gereja Diharapkan Jadi Sumber Pengharapan

  • 26 Mei 2026 23:48 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Hari Ulang Tahun ke-41 Gereja Protestan Indonesia di Tanah Papua diperingati Jemaat GPI Papua Ebenhaezer Fakfak melalui ibadah syukur yang berlangsung di Ballroom lantai lima Grand Papua Hotel, Senin 25 Mei 2026 sore. Perayaan berlangsung penuh sukacita dan dihadiri para pendeta, majelis jemaat, tokoh gereja, serta umat dari berbagai kalangan.

Ketua Majelis Jemaat GPI Ebenhaezer Fakfak, Steny Risakotta, dalam khotbahnya yang diambil dari Kitab Mazmur Pasal 46 ayat 1 hingga 12 menegaskan, gereja harus hadir sebagai sumber pengharapan di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, persoalan sosial, ekonomi, hingga perubahan zaman yang terus berkembang menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi gereja dengan iman yang kuat dan pelayanan yang relevan bagi umat.

“Mazmur 46 mengingatkan bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan dan kekuatan bagi umat-Nya. Karena itu gereja tidak boleh kehilangan arah dan harapan ketika menghadapi berbagai krisis kehidupan,” ujar Pendeta Steny.

Menurutnya, Tuhan adalah perlindungan dan kekuatan bagi umat-Nya. Gereja harus tetap menjadi tempat pengharapan di tengah situasi kehidupan yang penuh tantangan dan krisis.

Pendeta Steny juga mengajak seluruh warga gereja untuk terus membangun iman yang kokoh, memperkuat persaudaraan antarumat, serta menghadirkan kasih Kristus melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.

Diungkapkan, pelayanan gereja tidak hanya dilakukan dalam persekutuan ibadah, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan kehadiran nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Momentum HUT ke-41 GPI di Tanah Papua ini diharapkan menjadi penguat semangat pelayanan gereja agar tetap tangguh, peduli, dan mampu menjawab kebutuhan umat di tengah dinamika kehidupan masyarakat Papua.

Perayaan HUT ke-41 GPI di Tanah Papua tahun ini mengusung tema “Gereja Tangguh, Umat Tangguh Menghadirkan Kristus di Tengah Krisis”. Suasana ibadah semakin semarak dengan kehadiran umat yang mengenakan busana etnis nusantara sebagai simbol persatuan dan keberagaman.

"Kami berharap momentum ulang tahun ke-41 ini semakin memperkuat persaudaraan, pelayanan, dan kepedulian gereja kepada masyarakat di Tanah Papua." tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....