Bank Sampah Fakfak Hijau Ubah Limbah Jadi Kerajinan Kreatif
- 21 Mei 2026 13:28 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Bank Sampah Fakfak Hijau terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Salah satu bentuk edukasi yang dilakukan adalah dengan menghadirkan berbagai kerajinan tangan berbahan dasar limbah tutup botol minuman mineral yang diolah menjadi produk bernilai guna.
Pengelola Bank Sampah Fakfak Hijau, Risfandiyanto, mengatakan upaya tersebut merupakan bagian dari inisiatif pihaknya untuk mengubah sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi karya kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Ini salah satu inisiatif kami dari Bank Sampah untuk mengelola sampah yang awalnya mungkin tidak berharga. Sekarang dengan sedikit kreativitas bisa diubah menjadi sebuah karya yang bisa bermanfaat dan luar biasa, seperti gantungan kunci,” ujar Risfandiyanto.
Selain memproduksi kerajinan tangan, Bank Sampah Fakfak Hijau juga mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai dengan membiasakan membawa tumbler atau termos portabel saat beraktivitas. Menurutnya, langkah kecil tersebut dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik.
“Kalau tumbler kita bukan produksi sendiri, kita beli lalu kita kasih brand Bank Sampah. Intinya kita mengajak masyarakat untuk lebih mengurangi pemakaian botol plastik sekali pakai yang bisa mencemari lingkungan,” katanya.
Risfandiyanto menjelaskan, kerajinan gantungan kunci yang diproduksi pihaknya seluruhnya dibuat secara handmade oleh tim Bank Sampah Fakfak Hijau. Namun hingga saat ini kapasitas produksi masih terbatas karena keterbatasan tenaga kerja.
“Untuk gantungan kunci sendiri kita kerajinan tangan sendiri dan masih kekurangan karyawan. Jadi produksi masih terbatas, mungkin satu hari hanya bisa 10 sampai 20 buah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, berbagai produk kerajinan tersebut rencananya akan dipasarkan pada perayaan Pulau Bonyom dalam rangka memperingati 132 tahun masuknya misi Katolik ke Papua. Momentum tersebut juga akan dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan tumbler dan pengurangan sampah plastik.
“Di situ nanti masyarakat bisa membeli produk kami dan mungkin nanti bisa kita edukasi juga supaya dibiasakan memakai tumbler. Beberapa produk juga sudah terjual dan ada yang tertarik melakukan pesanan,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, Bank Sampah Fakfak Hijau juga berencana menggelar pelatihan bersama ibu-ibu PKK Kabupaten Fakfak untuk membuat berbagai kerajinan berbahan sampah daur ulang seperti gantungan kunci, bros, dan pin nama. Risfandiyanto berharap ke depan ada kolaborasi lebih luas bersama pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, serta dukungan masyarakat agar semakin peduli terhadap pengelolaan sampah.
“Intinya kita butuh dukungan masyarakat supaya tidak membuang sampah sembarangan. Karena sampah ini kalau bisa kita ubah, bisa jadi karya yang menarik dan kreatif,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....