Hati Mudah Tergoda Maksiat, Ustadz Dani Rumalean Ingatkan Pentingnya Menjaga Iman

  • 20 Mei 2026 06:56 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Dalam program Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Fakfak, Ustadz Mohamad Dani Rumalean, M.Pd membahas tema “Kenapa Hati Mudah Tergoda Maksiat”. Dalam tausiah tersebut, ia menjelaskan bahwa maksiat sering kali terlihat indah dan nikmat di mata manusia karena dorongan hawa nafsu serta lemahnya keimanan.

Menurutnya, banyak orang terlena dengan kenikmatan dunia hingga lupa bahwa seluruh perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Padahal, setiap kebaikan maupun keburukan memiliki konsekuensi yang akan diterima kelak. Karena itu, manusia perlu membentengi diri agar tidak mudah terjerumus dalam kemaksiatan.

Ustadz Dani mengatakan, penyebab utama hati mudah tergoda maksiat adalah lemahnya iman. Ketika iman melemah, hati menjadi mudah dipengaruhi bisikan setan dan hawa nafsu.

“Saat iman seseorang lemah, maka benteng dalam dirinya juga melemah. Akibatnya, hati mudah tergoda oleh maksiat dan sulit menolak ajakan setan,” ujarnya.

Selain lemahnya iman, mengikuti hawa nafsu juga membuat seseorang sulit menerima nasihat dan mudah terjerumus dalam dosa. Faktor lainnya ialah lingkungan yang buruk. Teman dan pergaulan yang tidak baik dapat menyeret seseorang kepada kebiasaan maksiat.

“Lingkungan sangat mempengaruhi hati dan perilaku seseorang. Jika terus berada di lingkungan yang buruk, maka peluang terjerumus dalam kemaksiatan juga semakin besar,” kata Ustadz Dani.

Ia menambahkan, jauhnya seseorang dari Al-Qur’an dan zikir membuat hati menjadi kosong dari petunjuk sehingga arah hidup menjadi tidak jelas dan kekuatan iman semakin berkurang. Dalam tausiah itu juga dijelaskan beberapa bentuk kemaksiatan yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti pandangan haram, khayalan buruk, meninggalkan salat, zina, durhaka kepada orang tua, meminum minuman haram, hingga sifat sombong dan riya.

Ustadz Dani menegaskan bahwa kemaksiatan membawa banyak dampak buruk bagi kehidupan manusia. Salah satunya adalah hati menjadi gelap.

Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seseorang berbuat dosa, akan muncul titik hitam di dalam hatinya. Jika ia bertaubat dan memohon ampun, hatinya akan dibersihkan. Namun jika dosa terus dilakukan, titik hitam itu akan semakin menutupi hati hingga sulit menerima cahaya kebenaran.

Dampak lainnya ialah hilangnya ketenangan hidup, meskipun seseorang memiliki harta maupun jabatan. Kemaksiatan juga dapat menghalangi datangnya ilmu dan rezeki, sebab ilmu merupakan cahaya yang diberikan Allah kepada hati yang bersih. Selain itu, dosa yang terus dilakukan dapat mendatangkan murka dan azab dari Allah SWT.

Untuk mengatasi dan membentengi diri dari kemaksiatan, Ustadz Dani mengajak umat Islam untuk memperbanyak taubat nasuha dengan sungguh-sungguh. Ia juga menekankan pentingnya menjaga salat karena salat menjadi benteng dari perbuatan keji dan mungkar. Selain itu, umat dianjurkan memperbanyak zikir, menundukkan pandangan, menjauhi lingkungan buruk, serta sering mengingat kematian dan kehidupan akhirat agar lebih berhati-hati dalam bertindak.

“Mak­siat memang terasa nikmat sesaat, tetapi meninggalkan luka panjang dalam hati dan kehidupan. Sedangkan taat kepada Allah mungkin terasa berat di awal, namun membawa ketenangan di dunia dan keselamatan di akhirat,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan agar tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah SWT. Sebesar apa pun dosa seseorang, pintu taubat masih terbuka selama nyawa belum sampai di tenggorokan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....