Prosesi Adat dan Religi Akan Warnai Perayaan 132 Tahun Misi Katolik

  • 11 Mei 2026 08:49 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Kabupaten Fakfak akan menjadi pusat pelaksanaan Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua yang dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 24 Mei 2026. Momentum iman tersebut dirangkaikan dengan syukuran satu tahun episkopal Uskup Timika, Bernardus Bofitwos Baru.

Perayaan ini menjadi salah satu agenda besar Gereja Katolik di Tanah Papua karena tidak hanya menghadirkan kegiatan rohani, tetapi juga napak tilas sejarah masuknya misi Katolik yang pertama kali berkembang di wilayah Fakfak dan sekitarnya.

Berdasarkan susunan acara yang dipublikasikan panitia, kegiatan akan diawali pada Selasa, 19 Mei 2026, dengan pendalaman dan penyempurnaan naskah buku sejarah Misi Katolik Papua di Graha Le Cocq. Agenda tersebut bertujuan menyelesaikan dokumen sejarah resmi Gereja Katolik di Papua sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Susunan acara Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua.

Pada Rabu, 20 Mei 2026, umat Katolik akan mengikuti misa arwah bagi para perintis Misi Katolik di Papua yang dilaksanakan di Gereja Katolik Santo Yosep Pekerja BRH. Misa tersebut dipersembahkan bagi para misionaris, imam, biarawan-biarawati, guru jemaat, dan tokoh umat yang berjasa dalam pertumbuhan Gereja Katolik di Papua.

Rangkaian prosesi adat mulai dilaksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026. Panitia menjadwalkan pengantaran Patung Bunda Maria dari Gereja St. Yosep menuju Gereja St. Petrus Torea sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah awal misi Katolik di Papua.

Prosesi tersebut juga dimaknai sebagai bagian dari persiapan napak tilas perjalanan awal para misionaris yang membawa pewartaan Injil ke Tanah Papua. Kegiatan adat dan rohani dipadukan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya lokal yang hidup berdampingan dengan kehidupan gereja.

Memasuki Jumat, 22 Mei 2026, kegiatan dipusatkan di Kampung Sekru. Umat akan mengikuti pengantaran Patung Bunda Maria, prosesi adat, ibadat napak tilas, dan prosesi penyerahan rosario di lokasi pendaratan perdana Pastor Le Cocq.

Setelah itu, dilaksanakan rel rosario dan doa estafet bersama Patung Bunda Maria yang melintasi sejumlah titik di wilayah Fakfak Tengah. Kegiatan doa bersama tersebut dimaksudkan untuk mendoakan perdamaian dunia, Indonesia, Papua, serta kerukunan antarumat beragama.

Pada hari yang sama, panitia juga menjadwalkan pemberkatan Salib Misi di Kampung Raduria. Salib tersebut menjadi simbol pewartaan dan tonggak sejarah perjalanan Misi Katolik di Tanah Papua.

Selanjutnya, Patung Bunda Maria akan diseberangkan menuju Pulau Bonyom untuk pelaksanaan penahbisan Arca Bunda Maria. Penetapan arca tersebut dimaknai sebagai simbol perlindungan, persatuan, dan penguatan iman umat Katolik di Papua.

Puncak Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua akan berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, melalui misa syukur di Pulau Bonyom. Selain dihadiri para uskup dan imam, kegiatan juga diperkirakan diikuti pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan ribuan umat dari berbagai daerah di Papua.

Usai misa syukur, kegiatan dilanjutkan dengan resepsi, jamuan kasih, hiburan rakyat, dan pentas budaya sebagai bentuk sukacita bersama. Seluruh rangkaian perayaan kemudian akan ditutup pada Minggu, 24 Mei 2026, melalui Misa Hari Raya Pentakosta di Gereja Tritunggal Maha Kudus Sakartemin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....