Kasrem 182/JO: Pentingnya Memahami Sejarah Irian Barat Kembali ke NKRI
- 02 Mei 2026 17:07 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Kepala Staf Korem 182/Jazira Onim (Kasrem 182/JO), Eko Handono, membacakan sambutan Danrem 182/JO. Kegiatan ini berlangsung di Winder Tuare, Kabupaten Fakfak, pada Kamis, 30 April 2026.
Sambutan tersebut merupakan bagian dari peringatan kembalinya Irian Barat ke pangkuan NKRI. Momen ini menjadi pengingat penting dalam sejarah bangsa Indonesia.
Dalam sambutan Danrem 182/JO yang dibacakan, Irwan Budiana menegaskan makna sejarah 1 Mei 1963. Tanggal tersebut disebut sebagai momentum kembalinya Irian Barat ke Indonesia.
“1 Mei 1963 adalah momen kembalinya Irian Barat ke NKRI,” ujarnya. Ia menekankan bahwa peristiwa ini bukanlah proses penggabungan.
Ia juga menjelaskan bahwa sejak Proklamasi 17 Agustus 1945, Papua sudah menjadi bagian Indonesia. Hal tersebut berdasarkan wilayah bekas jajahan Jepang.
“Jangan sampai terbalik dalam memahami sejarah,” tegasnya. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terpengaruh narasi yang menyimpang.
Selain itu, dijelaskan bahwa Belanda sempat membentuk negara boneka pada 1 Desember. Hal ini dinilai sebagai upaya mempertahankan kekuasaan di wilayah tersebut.
“Satu Desember bukan hari kemerdekaan Papua,” katanya. Pernyataan ini ditegaskan untuk meluruskan pemahaman sejarah.
Danrem juga menegaskan bahwa tidak ada aneksasi oleh Indonesia. Proses yang terjadi adalah pengembalian wilayah sah sesuai hukum internasional.
“Kita tidak mencaplok, ini adalah wilayah sah Indonesia,” ungkapnya. Ia menegaskan pentingnya pemahaman hukum dan sejarah.
Di akhir sambutan, masyarakat diajak menjaga persatuan dan semangat kebangsaan. Ia juga mengapresiasi peran pemuda Fakfak dalam menjaga nilai sejarah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....