Edukasi dari Rumah hingga TPST, DLH Fakfak Dorong Pengelolaan Sampah Terintegrasi
- 01 Mei 2026 07:50 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan terus mendorong pengelolaan sampah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Upaya ini dinilai penting mengingat mayoritas timbulan sampah di Fakfak berasal dari sektor rumah tangga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Fakfak, Liza Neirasari, mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen sampah di Fakfak berasal dari aktivitas rumah tangga. Oleh karena itu, edukasi sejak dini menjadi kunci utama dalam pengelolaan sampah yang efektif.
“Hulu itu rumah tangga sebagai penghasil atau produsen sampah. Karena itu kita perlu mengedukasi, termasuk anak-anak sebagai bagian dari keluarga, agar mereka mengenal jenis-jenis sampah, tahu cara memilah, dan menempatkannya pada tempat yang tepat sebelum masuk ke proses selanjutnya,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan edukatif juga perlu menanamkan pemahaman bahwa sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Konsep ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dari sekadar membuang menjadi mengelola.
“Kita kenalkan lebih awal bahwa sampah juga bisa menjadi cuan. Edukasi dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil di masyarakat,” tambahnya.
Dalam memperkuat implementasi di lapangan, DLH Fakfak telah berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK untuk membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program ini akan dijalankan secara terstruktur mulai dari tingkat distrik hingga desa, termasuk pembentukan bank sampah unit di lingkungan warga.
“Secara bertahap akan terbentuk bank sampah unit di setiap wilayah. Ini penting agar keluarga sadar bahwa sampah yang dihasilkan bisa dikelola dan memiliki nilai,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyusun roadmap atau peta jalan percepatan pengelolaan sampah. Dokumen ini menjadi acuan strategis dalam mengintegrasikan seluruh proses pengelolaan dari sumber hingga pengolahan akhir.
“Kita sudah punya roadmap rencana aksi akselerasi pengelolaan sampah. Ini menjadi panduan bagaimana sistem ini berjalan dari hulu sampai hilir,” katanya.
| Baca juga: Kerja Sama RRI Buka Ruang Kreativitas Siswa |
Ia menekankan pentingnya penguatan kelembagaan bank sampah, baik di tingkat unit maupun induk, agar sistem pengelolaan sampah berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Kita harus perkuat bank sampah unit dan bank sampah induk. Masyarakat, termasuk anak-anak, perlu tahu apa itu bank sampah dan ke mana sampah mereka dikelola,” tegasnya.
Di sisi hilir, keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) juga menjadi perhatian penting. Liza mengingatkan agar pembangunan fasilitas pengolahan sampah dilakukan dengan perencanaan yang matang, terutama terkait status lahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....