Persiapan Matang Sambut HUT Misi Katolik Tanah Papua

  • 30 Apr 2026 11:40 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Sebanyak ribuan umat Katolik diperkirakan akan memadati Pulau Bonyum, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-132 Misi Katolik di Tanah Papua yang puncaknya dijadwalkan berlangsung pada 22 dan 23 Mei 2026. Perayaan ini menjadi momentum penting dalam sejarah masuknya ajaran Katolik di wilayah Papua.

Ketua Panitia HUT ke-132 Misi Katolik di Tanah Papua, Fredikus Warpopor, menyampaikan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan sejak Maret 2026 guna menyukseskan agenda besar tersebut. Ia menjelaskan bahwa panitia fokus pada pembangunan infrastruktur pendukung di lokasi kegiatan.

“Saat ini kami sedang menyelesaikan dua pekerjaan utama di Bonyum, yaitu pembangunan jembatan bambu sepanjang 630 meter dan pembangunan Gua Maria di Pulau Bonyum,” ujar Fredikus saat diwawancarai terkait persiapan kegiatan tersebut.

Menurutnya, jembatan bambu yang dibangun tersebut menjadi yang terpanjang di Fakfak dan diharapkan dapat menunjang mobilitas umat selama rangkaian kegiatan berlangsung. Ia menambahkan, progres pembangunan hingga kini terus berjalan dan ditargetkan rampung tepat waktu sebelum hari pelaksanaan.

“Pekerjaan sementara berlangsung dan kami optimis pada saat pelaksanaan nanti semuanya sudah selesai secara total,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan perayaan ini sejatinya telah dimulai sejak 18 Mei 2026 dengan berbagai agenda yang telah disusun panitia. Selain memperingati 132 tahun masuknya Misi Katolik di Tanah Papua, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan syukuran tahbisan imamat Uskup Timika.

Uskup Timika, Bernardus Baru Osa, dijadwalkan hadir di Fakfak sejak 18 Mei 2026 untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga puncak perayaan. Kehadiran beliau menjadi bagian penting dalam perayaan iman umat Katolik di Tanah Papua.

“Selain perayaan HUT ke-132, ini juga menjadi momentum syukur atas tahbisan imamat Uskup Timika yang akan dirayakan bersama umat di Fakfak,” jelas Fredikus.

Pada 22 Mei 2026, panitia akan menggelar kegiatan napak tilas sejarah masuknya Misi Katolik melalui prosesi Reli Rosario yang dimulai dari Kampung Sekru sebagai titik awal sejarah, menuju Pulau Bonyum. Prosesi tersebut diperkirakan berlangsung selama kurang lebih 12 jam dengan doa sepanjang perjalanan.

“Napak tilas ini akan dilakukan dalam bentuk Reli Rosario dari Sekru ke Bonyum, mengingat bulan Mei merupakan bulan Rosario bagi umat Katolik,” katanya.

Sementara itu, Misa Agung sebagai puncak perayaan akan dilaksanakan pada 23 Mei 2026. Penjadwalan tersebut mempertimbangkan nilai toleransi antarumat beragama di Fakfak yang dikenal dengan filosofi “satu tungku tiga batu”.

“Kami ingin seluruh masyarakat Fakfak, termasuk saudara-saudara Muslim, bisa ikut bersama dalam perayaan ini, sehingga misa agung dilaksanakan pada hari Sabtu,” ungkapnya.

Panitia memperkirakan jumlah umat yang akan hadir mencapai sekitar 5.000 orang, termasuk perwakilan dari lima keuskupan di Tanah Papua. Antusiasme ini menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan dan toleransi yang terus dijaga dalam kehidupan masyarakat Fakfak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....