Stok Bapok di Bulog Fakfak Aman meski Serapan Bantuan Tinggi
- 15 Apr 2026 11:46 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Bulog Cabang Fakfak memastikan ketersediaan stok bahan pokok di wilayahnya masih dalam kondisi aman meski terjadi penurunan akibat penyaluran bantuan pangan. Kepala Bulog Fakfak, Ibrahim Wairoy, menyebut stok beras di gudang saat ini mencapai ratusan ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu tertentu.
“Jadi, stok kita saat ini di gudang itu ada 508 ton. Sebenarnya stok ini cukup ya, cukup banyak lah untuk satu bulan lebih,” ujar Ibrahim Wairoy dalam keterangannya.
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa pada April 2026 pihaknya akan mengeluarkan stok dalam jumlah besar untuk menyalurkan bantuan pangan yang sebelumnya sempat tertunda. Bantuan tersebut mencakup alokasi untuk Februari hingga Maret 2026 yang baru direalisasikan pada bulan ini.
“Dari stok 500 ton ini, kurang lebih nanti terserap di bantuan pangan itu sekitar 320 ton. Karena memang ini penyaluran yang sempat tertunda dan harus segera disalurkan,” jelasnya.
Selain bantuan pangan, Bulog Fakfak juga akan mengalokasikan beras untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasar. Penyaluran ini diperkirakan mencapai sekitar 70 ton guna menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
“Sehingga nanti stok itu yang tersisa kurang lebih sekitar 50 ton. Itu yang nanti kita persiapkan untuk kebutuhan ASN,” tambahnya.
Meski stok sempat menipis, Bulog memastikan pasokan baru akan segera masuk dalam waktu dekat. Ibrahim menyebutkan adanya jadwal kedatangan kapal pengangkut beras yang akan menambah stok secara bertahap.
“Nanti sudah ada kapal masuk di tanggal 24 April 2026 itu ada 300 ton. Kemudian awal Mei akan menyusul lagi sekitar 300 ton lagi. Jadi ini akan masuk terus,” katanya.
Ia mengakui adanya perlambatan distribusi akibat kendala transportasi laut, namun menegaskan kondisi tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Menurutnya, seluruh proses distribusi telah direncanakan dengan baik.
“Memang ada sedikit perlambatan karena masalah kapal, tapi saya pikir tidak perlu khawatir. Semua sudah terencana, tinggal kita menutupi kekurangan ini secara bertahap,” ujarnya.
Selain beras, Ibrahim juga memaparkan kondisi stok komoditas lain seperti gula dan minyak goreng yang mengalami penurunan. Saat ini stok gula tercatat sekitar 22 ton, sementara minyak goreng berada di kisaran 14 ton.
“Minyak goreng ini sekitar 14 ton, terdiri dari 7 ton minyak subsidi dan sisanya minyak premium. Ini sedang kita upayakan untuk segera ditambah karena sudah cukup berkurang,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan kenaikan harga bahan pokok meskipun terdapat dinamika global. Pemerintah, kata dia, tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga di dalam negeri.
“Sampai sekarang kita tidak ada perintah untuk menaikkan harga. Sekalipun kondisi geopolitik kurang baik, pemerintah tetap berkomitmen harga BBM dan bahan pokok tidak naik,” tegasnya.
Untuk harga beras, Bulog Fakfak memastikan penjualan masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras medium SPHP dijual maksimal Rp.65.750 per 5 kilogram, bahkan di pasar umumnya berada di kisaran Rp.65.000.
“Kalau beras premium, HET-nya Rp.15.800, tapi kami masih jaga di harga Rp.15.500. Jadi baik medium maupun premium, kita pastikan tetap di bawah HET,” tutup Ibrahim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....