Ustad Mustagfirin: Kesucian Harus Dibuktikan Dengan Perbuatan Baik

  • 09 Apr 2026 17:14 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Makna manusia kembali suci menjadi refleksi penting bagi umat Muslim setelah melewati masa ibadah Puasa yang penuh makna. Hal ini disampaikan Ustad Mustagfirin dalam program Mutiara Pagi RRI Fakfak edisi Rabu 8 April 2026.

Menurutnya, kesucian tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari dosa, tetapi juga sebagai perubahan sikap menuju kehidupan yang lebih baik. Kesucian sejati tercermin dari perilaku yang membawa manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Ia menjelaskan kembali kepada kesucian tidak cukup hanya dengan bertobat secara lisan. Namun, tobat tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang bernilai kebaikan.

“Kembali kepada kesucian itu bukan karena kita harus bertobat saja kepada Allah, tapi tobatnya harus diikuti dengan perbuatan-perbuatan baik yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga perilaku setelah menjalani masa ibadah. Konsistensi dalam berbuat baik menjadi kunci agar nilai kesucian tetap terpelihara.

“Perilaku kita selama sebelas bulan mudah-mudahan terlindungi, terbimbing oleh Allah SWT sehingga melahirkan kebaikan-kebaikan bagi kita,” tambahnya.

Ustad Mustagfirin juga mengingatkan perjalanan menjaga kesucian merupakan proses yang berkelanjutan. Setiap individu diharapkan mampu mempertahankan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, makna kembali suci tidak hanya menjadi simbol sesaat, tetapi menjadi fondasi dalam membangun kehidupan yang lebih bermakna. Hal ini diharapkan dapat memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan sekaligus dengan sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....