Pengelola Bank Sampah Edukasi Warga Pilah Sampah sejak Dini

  • 09 Apr 2026 11:45 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pengelola Bank Sampah Fakfak Hijau, Risfandiyanto, mengajak masyarakat untuk mulai menabung sampah sebagai langkah awal dalam pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Program ini dinilai tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berdampak besar terhadap kebersihan dan kesadaran masyarakat.

Risfandiyanto menjelaskan, saat ini pihaknya lebih memprioritaskan sistem tabungan sampah dibandingkan penjualan langsung. Hal ini dilakukan karena nilai ekonomis sampah, khususnya plastik, masih relatif rendah di pasaran.

“Kita untuk saat ini, kita lebih utamakan untuk ditabung sih sebetulnya. Tabung dulu, karena sampah plastik atau sampah-sampah yang lain ini kan sekarang ini juga kadang-kadang nilai ekonominya itu tidak seberapa,” ujar Risfandiyanto.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dampak dari pengelolaan sampah melalui sistem tabungan sangat besar, terutama dalam membangun kebiasaan masyarakat. “Tapi dampaknya itu yang luar biasa sebetulnya. Dengan adanya tabungan sampah ini, orang-orang kan bisa menabungkan sampahnya,” tambahnya.

Dalam mekanismenya, masyarakat diminta untuk mengumpulkan dan menyimpan sampah sebelum ditabung. Saldo tabungan baru dapat diambil jika telah mencapai minimal Rp50.000. “Jadi dikumpul dulu, dikumpul, di-store, dikumpul. Minimal Rp50.000 baru bisa diambil saldonya kalau di kita,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa harga sampah ditentukan berdasarkan jenis dan tingkat pemilahan. Sampah yang masih tercampur dihargai lebih rendah dibandingkan sampah yang sudah dipilah dengan baik. “Kalau yang campur kita beli Rp.1.000, tapi kalau sudah dipilah, dipisahkan penutupnya dengan labelnya, itu bisa Rp. 2.000. Sampah terpilah kita lebih hargai,” ungkapnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan untuk mendorong masyarakat agar terbiasa memilah sampah sejak dari rumah. Dengan demikian, proses pengolahan sampah menjadi lebih mudah dan bernilai tambah.

Selain itu, Bank Sampah Fakfak juga bekerja sama dengan Sanggar Tomandin dalam program edukasi bagi anak usia dini. Program ini mengajarkan anak-anak untuk memilah dan menabung sampah sejak kecil serta tidak membuang sampah sembarangan.

Risfandiyanto pun mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan cara sederhana, yakni tidak membuang sampah sembarangan. “Kalau bisa, dikumpulkan, dipilah dari rumah, terus di-storekan di kita. Nanti kita tukarkan dengan tabungan atau bisa juga dibayar cash sesuai jenis sampahnya,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....