Asal-Usul Perkedel: Jejak Kuliner Nusantara dari Pengaruh Eropa
- 08 Apr 2026 09:24 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Perkedel merupakan salah satu makanan rumahan yang sangat populer di Indonesia. Dengan bahan utama kentang yang dihaluskan dan digoreng, perkedel sering menjadi pelengkap hidangan seperti soto, nasi goreng, hingga sup. Namun, di balik kesederhanaannya, perkedel memiliki sejarah panjang yang dipengaruhi oleh budaya luar.
Dilansir dari beberapa sumber, salah satunya Fimela. Perkedel diyakini berasal dari hidangan Eropa bernama frikadeller, yaitu olahan daging cincang yang dibentuk bulat pipih dan digoreng atau dipanggang. Hidangan ini populer di negara-negara seperti Belanda, Denmark, dan Jerman.
Saat masa kolonial, bangsa Belanda membawa berbagai jenis makanan ke Indonesia, termasuk frikadeller. Seiring waktu, masyarakat lokal mulai mengadaptasi hidangan tersebut dengan bahan yang lebih mudah ditemukan di Nusantara.
Di Indonesia, daging yang menjadi bahan utama frikadeller sering digantikan dengan kentang. Hal ini terjadi karena kentang lebih mudah diperoleh dan lebih terjangkau bagi masyarakat luas pada masa itu. Dari sinilah lahir perkedel kentang yang kita kenal sekarang.
Nama “perkedel” sendiri diyakini merupakan pelafalan lokal dari kata “frikadel” atau “frikadeller” yang kemudian disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia.
Seiring perkembangan zaman, perkedel mengalami banyak variasi. Selain kentang, masyarakat juga membuat perkedel dari bahan lain seperti jagung, tahu, hingga ikan. Namun, perkedel kentang tetap menjadi yang paling populer.
Perkedel juga memiliki kemiripan dengan hidangan lain di dunia, seperti kroket di Eropa atau potato patty di berbagai negara, meskipun teknik dan bumbunya berbeda.
Kini, perkedel telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Indonesia. Kehadirannya dalam berbagai acara, mulai dari makan keluarga hingga hajatan, menunjukkan betapa makanan ini telah melebur menjadi identitas lokal.
Perkedel bukan sekadar makanan sederhana, melainkan hasil akulturasi budaya yang panjang antara Eropa dan Nusantara. Dari frikadeller hingga menjadi perkedel kentang, perjalanan kuliner ini mencerminkan kreativitas masyarakat dalam mengolah pengaruh asing menjadi hidangan khas Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....