Ketua FKUB Fakfak apresiasi toleransi lintas agama selama Ramadan
- 26 Mar 2026 08:17 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pelaksanaan ibadah puasa Ramadan hingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Fakfak pada Maret 2026 berlangsung aman, damai, dan lancar. Kondisi ini mencerminkan kuatnya nilai toleransi antarumat beragama yang telah lama terbangun di tengah masyarakat.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan dan keharmonisan sosial. Filosofi lokal “Satu Tungku Tiga Batu” kembali menjadi fondasi utama dalam mempererat hubungan antarumat beragama.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Fakfak yang juga Ketua PC NU Kabupaten Fakfak, Ali Hindom, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat atas terciptanya suasana yang kondusif selama Ramadan hingga Idulfitri tahun ini.
“Saya pada kesempatan ini, atas nama umat Islam di tanah air, khususnya di Papua Barat dan lebih khusus lagi di Kabupaten Fakfak yang saya cintai, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada saudara-saudara umat Kristiani, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu yang ada di Fakfak,” ujarnya.
Ia menambahkan, toleransi yang terbangun di Fakfak bukanlah hal baru, melainkan warisan leluhur yang terus dijaga hingga saat ini. “Sungguh luar biasa toleransi yang dibangun dengan rasa kebersamaan sejak leluhur. Orang Fakfak mengenal filosofi ‘Idu-idu Manina Jojo’ sebagai pegangan hidup yang diwariskan turun-temurun,” katanya.
Menurut Ali Hindom, nilai persatuan tersebut juga tercermin dalam kehidupan sosial masyarakat lintas marga seperti Hindom, Kabes, Hegemur, Tuturop, Temongmere maupun Marga-marga besar lainnya yang hidup berdampingan dalam semangat “Satu Tungku Tiga Batu”.
Ia juga menekankan bahwa masyarakat Fakfak, termasuk warga pendatang dari berbagai daerah di Nusantara, telah lama hidup rukun bahkan sejak masa penjajahan. “Kerukunan ini sudah berlangsung puluhan bahkan ratusan tahun dan harus terus kita jaga hingga generasi mendatang,” tegasnya.
Dalam momentum Ramadan dan Idulfitri tahun ini, kebersamaan tampak nyata dalam berbagai kegiatan, termasuk takbiran yang diikuti bersama oleh umat lintas agama. “Mereka saling menjaga, bahkan ikut meramaikan takbiran. Ini bukti kebersamaan yang luar biasa,” tambahnya.
Ali Hindom juga menilai bahwa tidak hanya Ramadan dan Idulfitri, tetapi perayaan Natal dan Tahun Baru sebelumnya juga berlangsung aman dan damai. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan tersebut di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi. “Mari kita tetap komitmen menjaga kebersamaan dengan semboyan Satu Tungku Tiga Batu. Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang terus mempertahankan nilai ini,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....