Mengapa Lebaran Identik dengan Ketupat?
- 05 Mar 2026 06:57 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Setiap perayaan Idulfitri di Indonesia selalu menghadirkan hidangan khas yang hampir tidak pernah absen dari meja makan keluarga: ketupat. Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman daun kelapa muda (janur) ini telah menjadi simbol kuat dalam tradisi Lebaran di berbagai daerah Nusantara. Namun, bagaimana ketupat bisa begitu identik dengan hari raya umat Islam tersebut?
Sejarawan budaya menyebutkan bahwa tradisi ketupat dalam perayaan Lebaran mulai populer pada masa Wali Songo, khususnya Sunan Kalijaga. Tokoh penyebar Islam di Jawa itu menggunakan pendekatan budaya untuk mengenalkan ajaran Islam kepada masyarakat.
Dalam tradisi Jawa dikenal istilah “Kupatan”, yaitu perayaan yang dilakukan sekitar satu minggu setelah Idulfitri. Pada momen ini, masyarakat membuat dan membagikan ketupat kepada kerabat maupun tetangga sebagai simbol kebersamaan dan saling memaafkan.
Kata “ketupat” sendiri diyakini berasal dari istilah Jawa “ngaku lepat”, yang berarti mengakui kesalahan. Filosofi ini selaras dengan makna Idulfitri sebagai momentum untuk saling memaafkan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Dilansir dari beberapa sumber, salah satunya Kedungboto. Ketupat bukan sekadar makanan. Setiap bagiannya memiliki makna simbolis yang dalam.
- Anyaman janur yang rumit melambangkan berbagai kesalahan manusia dalam kehidupan. Sementara itu, ketika ketupat dibelah, bagian dalamnya berwarna putih bersih yang melambangkan hati yang kembali suci setelah saling memaafkan.
- Selain itu, bentuk ketupat yang padat juga dimaknai sebagai harapan akan kemakmuran dan keberkahan setelah menjalani bulan Ramadan.
Di berbagai daerah Indonesia, ketupat biasanya disajikan bersama beragam menu khas Lebaran seperti opor ayam, rendang, sambal goreng hati, hingga sayur labu. Kombinasi hidangan tersebut menjadi sajian khas yang dinantikan banyak keluarga saat hari raya.
Tradisi membuat ketupat juga sering menjadi kegiatan bersama di rumah. Anggota keluarga biasanya berkumpul untuk menganyam janur, mengisi beras, hingga merebus ketupat selama beberapa jam hingga matang.
Lebih dari sekadar kuliner, ketupat menjadi simbol kebersamaan dalam masyarakat Indonesia. Tradisi berbagi ketupat kepada tetangga, keluarga, maupun tamu yang datang saat Lebaran memperkuat nilai silaturahmi yang menjadi inti dari perayaan Idulfitri.
Karena itulah, hingga kini ketupat tetap menjadi ikon yang tidak terpisahkan dari Lebaran. Di balik rasanya yang sederhana, tersimpan makna mendalam tentang pengakuan kesalahan, kebersihan hati, dan semangat kebersamaan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....