Hindari Makanan Minuman Ini saat Sahur Puasa
- 28 Feb 2026 22:35 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Sahur merupakan bagian penting dalam rangkaian ibadah puasa Ramadan karena berfungsi sebagai waktu pemenuhan kebutuhan energi dan cairan sebelum menjalani aktivitas sepanjang hari, asupan yang dikonsumsi saat sahur berperan besar dalam menjaga kestabilan kadar gula darah, mempertahankan hidrasi tubuh, serta menunjang konsentrasi dan daya tahan fisik selama berpuasa. Oleh sebab itu, pemilihan menu sahur tidak dapat dilakukan secara sembarangan, melainkan perlu mempertimbangkan kandungan gizi serta dampaknya terhadap kondisi tubuh dalam jangka waktu yang panjang.
Meskipun terlihat mengenyangkan atau menggugah selera, terdapat sejumlah makanan dan minuman yang justru dapat memicu rasa haus berlebihan serta mempercepat timbulnya rasa lapar sebelum waktu berbuka. Kandungan gula tinggi, garam berlebih, maupun kafein dapat memengaruhi keseimbangan cairan dan metabolisme tubuh, oleh karena itu agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan optimal dan kondisi fisik tetap prima, penting untuk lebih selektif dalam menentukan pilihan menu sahur serta memahami jenis konsumsi yang sebaiknya dihindari.
Berikut makanan dan minuman yang harus dihindari saat sahur, bikin cepat haus dan lapar yang dikutip dari laman beautynesia.id :
1. Sereal Sarapan
Semangkuk sereal dengan tambahan susu kerap dianggap sebagai pilihan sahur yang praktis dan menyehatkan. Namun, banyak produk sereal kemasan—termasuk cornflakes—mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi. Kandungan gula tersebut membuat sereal cepat dicerna tubuh sehingga memicu kenaikan energi secara tiba-tiba yang kemudian turun drastis. Penurunan energi inilah yang menyebabkan tubuh terasa lemas bahkan sebelum siang hari. Produk yogurt berlabel “rendah lemak” pun tidak selalu lebih sehat, karena pengurangan lemak sering kali digantikan dengan tambahan gula agar rasanya tetap nikmat. Sebagai alternatif, pilihlah sumber protein dan serat yang lebih stabil, seperti yogurt Greek plain tanpa pemanis yang dikombinasikan dengan kacang-kacangan atau chia seed agar rasa kenyang bertahan lebih lama.
2. Camilan Asin
Keripik dan aneka makanan ringan bercita rasa asin memang menggugah selera dan terkesan praktis untuk sahur. Akan tetapi, makanan tinggi garam mengandung natrium yang dapat menarik cairan keluar dari sel-sel tubuh. Kondisi ini meningkatkan risiko dehidrasi dan membuat rasa haus muncul lebih cepat saat berpuasa. Dibandingkan mengonsumsi camilan asin, lebih baik memilih menu sahur seimbang yang kaya protein tanpa lemak, lemak sehat, serta bahan pangan dengan kandungan air tinggi seperti mentimun dan semangka guna membantu menjaga hidrasi tubuh.
3. Makanan yang Digoreng
Gorengan umumnya mengandung lemak trans dan lemak jenuh yang sulit dicerna oleh tubuh. Konsumsi makanan berminyak saat sahur dapat memperlambat proses pencernaan dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung. Selain itu, kandungan lemak yang tinggi berpotensi memicu refluks asam lambung (heartburn), yang ditandai dengan sensasi panas di dada atau rasa asam di mulut. Pada sebagian orang, gorengan juga dapat memperburuk gejala gangguan pencernaan seperti kembung, mual, dan nyeri perut. Akibatnya, tubuh menjadi mudah lelah selama menjalani puasa.
4. Makanan Terlalu Pedas
Hidangan bercita rasa pedas memang dapat meningkatkan selera makan. Namun, konsumsi makanan yang terlalu pedas saat sahur berisiko mengiritasi dinding lambung, terutama ketika perut akan kosong dalam waktu lama. Sensasi panas di dada serta naiknya asam lambung dapat muncul dan mengganggu kenyamanan berpuasa. Selain itu, makanan pedas juga cenderung memicu rasa haus berlebih. Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi makanan pedas agar kondisi lambung tetap stabil sepanjang hari.
5. Makanan Olahan dan Kemasan
Produk olahan dan makanan kemasan, seperti biskuit, keripik, dan camilan instan, umumnya mengandung zat aditif, pengawet, gula, garam, serta lemak tidak sehat dalam kadar tinggi. Kandungan tersebut dapat membebani sistem pencernaan dan membuat tubuh terasa kurang bertenaga saat berpuasa. Konsumsi berlebihan juga berisiko meningkatkan berat badan dan tekanan darah. Sebagai pilihan yang lebih baik, utamakan makanan segar seperti buah-buahan, sayuran, kurma, serta biji-bijian utuh yang kaya serat dan nutrisi.
6. Minuman Berkafein
Kafein bersifat diuretik, yang berarti dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Jika dikonsumsi saat sahur, minuman berkafein seperti kopi dan teh berpotensi mempercepat kehilangan cairan tubuh sehingga meningkatkan risiko dehidrasi selama puasa. Mengingat pentingnya menjaga keseimbangan cairan, sebaiknya konsumsi minuman berkafein dibatasi atau dialihkan ke waktu setelah berbuka. Alternatif lainnya adalah memilih kopi tanpa kafein atau memperbanyak konsumsi air putih saat sahur.
7. Soda dan Minuman Tinggi Gula
Minuman bersoda, minuman berenergi, serta jus buah dengan tambahan gula mengandung kadar gula sederhana yang tinggi. Asupan gula berlebih dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara cepat, diikuti penurunan drastis yang memicu rasa lapar dan keinginan untuk ngemil. Selain itu, konsumsi gula berlebihan juga dapat berdampak pada peningkatan berat badan dan gangguan metabolisme. Untuk menjaga stamina selama puasa, sebaiknya pilih air putih atau infused water tanpa tambahan gula sebagai sumber cairan utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....