Aneka Kolak yang Jarang Dijumpai: Cita Rasa Tradisional yang Unik
- 27 Feb 2026 19:25 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Kolak merupakan salah satu hidangan tradisional Indonesia yang identik dengan bulan Ramadan. Biasanya kolak dibuat dari pisang, ubi, atau labu yang dimasak dengan santan dan gula merah. Namun, di berbagai daerah di Indonesia, terdapat variasi kolak yang unik dan jarang dikenal masyarakat luas.
Menurut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui portal budaya Indonesia, makanan tradisional berkembang sesuai dengan bahan pangan lokal di setiap daerah.
1. Kolak Sukun
Kolak ini menggunakan buah sukun yang dipotong kecil lalu direbus bersama santan dan gula merah. Teksturnya lembut dengan rasa sedikit gurih dan manis alami.
Sukun sendiri dikenal sebagai sumber karbohidrat alternatif. Informasi nilai gizi sukun dapat ditemukan melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
2. Kolak Kolang-Kaling Ubi Ungu
Biasanya kolang-kaling hanya dipadukan dengan pisang, namun di beberapa daerah kolang-kaling dikombinasikan dengan ubi ungu yang memberikan warna menarik dan rasa khas.
Ubi ungu diketahui mengandung antioksidan antosianin. Informasi gizi umbi-umbian dapat dilihat di situs Badan Pangan Nasional.
3. Kolak Jagung Manis
Kolak ini dibuat dari pipilan jagung manis yang dimasak dengan santan dan gula aren. Rasanya manis segar dengan tekstur renyah lembut.
Jagung sebagai bahan pangan lokal banyak digunakan dalam kuliner tradisional Indonesia. Referensi pangan lokal tersedia di Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
4. Kolak Labu Kuning dan Kacang Hijau
Perpaduan labu kuning yang lembut dan kacang hijau yang gurih menghasilkan rasa unik serta tekstur lebih kaya dibanding kolak biasa.
Menurut Healthline, kacang hijau mengandung protein nabati dan serat yang baik untuk tubuh.
5. Kolak Nangka
Nangka matang memberikan aroma harum yang khas saat dimasak bersama santan dan gula merah. Kolak ini jarang dibuat karena lebih sering nangka dijadikan campuran es atau dodol.
Informasi mengenai buah tropis seperti nangka dapat ditemukan di Food and Agriculture Organization (FAO).
6. Kolak Singkong Mutiara
Kolak ini menggabungkan singkong dengan sagu mutiara, menghasilkan tampilan menarik dan tekstur kenyal. Variasi ini tidak banyak dijual di pasar tradisional.
Data kandungan gizi singkong tersedia melalui World Health Organization dalam panduan konsumsi pangan sehat.
Keanekaragaman kolak mencerminkan kekayaan bahan pangan lokal Indonesia. Dengan memanfaatkan bahan seperti sukun, jagung, dan ubi ungu, masyarakat turut menjaga ketahanan pangan dan melestarikan warisan kuliner daerah.
Kolak tidak hanya terbatas pada pisang dan ubi. Banyak variasi kolak unik seperti kolak sukun, kolak jagung, kolak nangka, hingga kolak singkong mutiara yang memiliki cita rasa khas dan nilai gizi tinggi. Mengangkat kembali kolak-kolak yang jarang dijumpai dapat menjadi cara untuk melestarikan kuliner tradisional Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....