Asal Usul Tradisi Ngabuburit di Bulan Ramadhan
- 20 Feb 2026 13:25 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Setiap bulan Ramadhan, masyarakat Indonesia akrab dengan istilah “ngabuburit”. Kegiatan ini identik dengan menunggu waktu berbuka puasa pada sore hari, biasanya diisi dengan berjalan-jalan santai, berburu takjil, berkumpul bersama teman, atau mengikuti kajian keagamaan. Namun, dari mana sebenarnya asal-usul istilah ngabuburit?
Secara etimologis, kata “ngabuburit” berasal dari bahasa Sunda, yakni dari kata dasar burit yang berarti “sore hari” atau waktu menjelang magrib. Dalam percakapan masyarakat Sunda, istilah ini merujuk pada aktivitas mengisi waktu di sore hari sambil menunggu azan magrib.
Tradisi ini telah lama hidup di wilayah Bandung dan daerah lain di Tanah Sunda. Dahulu, masyarakat mengisi waktu menjelang berbuka dengan kegiatan sederhana seperti berjalan kaki di sekitar kampung, bercengkerama dengan tetangga, atau mengikuti pengajian di masjid.
Seiring perkembangan media dan mobilitas masyarakat, istilah ngabuburit semakin populer dan digunakan secara luas di berbagai daerah Indonesia, tak hanya di Jawa Barat. Kini, ngabuburit telah menjadi bagian dari budaya Ramadhan nasional.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, tradisi ini berkembang menjadi aktivitas yang lebih beragam. Banyak warga menghabiskan waktu dengan mengunjungi taman kota, pusat perbelanjaan, atau kawasan kuliner untuk mencari hidangan berbuka. Pasar takjil pun bermunculan sebagai daya tarik tersendiri setiap sore selama Ramadhan.
Dilansir dari beberapa sumber, salah satunya BAZNAZ. Meski sering diidentikkan dengan kegiatan santai, ngabuburit sejatinya memiliki makna lebih dalam. Tradisi ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kebersamaan. Tidak sedikit pula yang mengisinya dengan kegiatan positif seperti membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian, atau berbagi makanan kepada sesama.
Dalam konteks kekinian, ngabuburit juga menjadi ruang ekspresi budaya. Berbagai komunitas menggelar kegiatan seni, diskusi, hingga aksi sosial menjelang waktu berbuka puasa.
Perkembangan zaman membuat ngabuburit mengalami banyak perubahan bentuk. Namun, esensinya tetap sama: mengisi waktu menjelang berbuka dengan kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan tanpa mengurangi nilai ibadah puasa itu sendiri.
Sebagai tradisi yang berakar dari kearifan lokal Sunda dan kini menjadi budaya nasional, ngabuburit menunjukkan bagaimana kekayaan budaya Indonesia dapat tumbuh dan menyatu dalam momen spiritual seperti bulan Ramadhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....