Minuman Bubuk Teh Hijau yang Legendaris

  • 18 Feb 2026 13:37 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID,FAKFAK- Pada saat ini banyak sekali aneka minuman dengan beragam rasa yang menjadi minuman favorit masa kini salah satunya adalah Matcha merupakan teh hijau bubuk berkualitas tinggi yang berasal dari Jepang, tetapi sejarahnya bermula dari China sebelum kemudian berkembang pesat di Jepang dan menyebar ke sekaluruh dunia.

Awal mula matcha dimulai di China pada masa Dinasti Tang dan Song (abad ke-7 hingga ke-13), saat teh hijau diproses menjadi bubuk dan dikocok dengan air panas sehingga menghasilkan minuman berbusa mirip matcha modern.

Matcha kemudian dibawa ke Jepang oleh seorang biksu Zen bernama Eisai sekitar tahun 1191. Di Jepang, matcha berkembang menjadi bagian penting dari budaya minum teh, terutama dalam ritual upacara teh yang dikenal sebagai chanoyu atau chado (“jalan teh”).

Seiring waktu, Jepang menyempurnakan metode budidaya dan pengolahan—terutama dengan menanam teh di tempat teduh sebelum dipanen untuk meningkatkan warna hijau serta kandungan nutrisinya.

Untuk memperoleh bubuk matcha tentunya melalui proses yang panjang hingga menghasilkan bubuk matcha yang memiliki kualitas yang baik. Matcha adalah teh hijau bubuk halus yang dibuat dari daun teh Camellia sinensis—tanaman yang sama dari mana semua teh (hijau, oolong, hitam) berasal. Namun matcha berbeda karena daun teh untuk matcha diproses khusus sehingga menghasilkan warna hijau terang dan rasa umami khas.

Matcha dibuat dari daun teh Camellia sinensis, tetapi bukan sembarang daun teh: Daun teh yang khusus ditanam untuk matcha ditutup dari sinar matahari selama beberapa minggu sebelum dipanen.Tanaman yang ternaung ini menghasilkan daun yang kaya klorofil, amino acid (termasuk L-theanine), dan rasa umami yang halus.Setelah dipanen, daun ini kemudian diproses untuk menjadi matcha. Jadi bahan matcha pada dasarnya 100% daun teh hijau—tidak ada bahan tambahan seperti gula atau susu dalam matcha murni.

Adapun Proses Pembuatan Matcha dilansir dari Matcha.com diantaranya :

1. Penanaman dan Penyaringan (Shading)

Daun teh yang akan menjadi matcha ditanam di tempat teduh selama 20–30 hari sebelum panen agar kadar klorofil dan amino acid meningkat.

2. Panen

Hanya daun muda terbaik yang dipilih untuk matcha karena rasa dan warna paling berkualitas.

3. Pengukusan

Daun segar dikukus dalam beberapa jam setelah dipetik untuk menghentikan proses oksidasi yang membuat daun kehilangan warna hijau cerah, aroma, dan nutrisi.

4. Pengeringan dan Pembersihan

Daun yang dikukus dikeringkan hingga menjadi tencha (daun kering yang siap diolah), kemudian tulang daun dan batangnya dihilangkan.

5. Penggilingan

Tencha ini kemudian digiling perlahan-lahan (biasa menggunakan batu granit tradisional) menjadi serbuk matcha halus, berwarna hijau terang. Proses ini lambat agar tidak memanaskan daun dan merusak kualitasnya.

Matcha bukan sekadar minuman teh bubuk hijau biasa—ia adalah simbol budaya Jepang yang telah berabad-abad berakar, dari ritual Zen hingga tren global di kafe-kafe modern. Rasanya unik, manfaatnya menarik, dan fleksibilitasnya membuat matcha cocok dinikmati dalam banyak bentuk minuman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....