Mengenal Possession atau Kerasukan Secara Medis
- 24 Jan 2026 13:41 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID,Fakfak ; Possession atau kerasukan adalah kondisi di mana seseorang tampak kehilangan kendali atas pikiran, perilaku, atau kesadarannya, dan sering diyakini dipengaruhi oleh entitas supernatural. Namun, dalam dunia medis dan psikologi, fenomena ini dijelaskan melalui gangguan mental, respons stres ekstrem, dan faktor neurologis bukan karena roh atau makhluk gaib,demikian di kutip Indozone.Id.
1. Pandangan Medis tentang Kerasukan
Dalam psikiatri modern, kerasukan sering dikaitkan dengan beberapa kondisi berikut:
a. Gangguan Disosiatif (Dissociative Disorders)
Kondisi di mana seseorang mengalami:
- Kehilangan identitas sementara
- Perasaan seperti “dikendalikan”
- Amnesia atau lupa kejadian tertentu
Contohnya:
- Dissociative Identity Disorder (DID)
- Dissociative Trance Disorder (sering dikaitkan dengan budaya tertentu)
WHO (ICD-11) mengakui Trance and Possession Disorder sebagai gangguan psikologis jika tidak sesuai dengan norma budaya.
b. Gangguan Psikotik
Seperti:
- Skizofrenia
- Gangguan waham (delusional disorder)
Gejala dapat mencakup:
- Halusinasi (melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata)
- Keyakinan kuat bahwa diri dikendalikan oleh kekuatan lain
c. Epilepsi dan Gangguan Neurologis
Beberapa kasus kerasukan berkaitan dengan:
- Epilepsi lobus temporal
- Kejang parsial yang menyebabkan perubahan perilaku drastis
- Gerakan tubuh tidak sadar atau perubahan suara
d. Trauma Psikologis dan PTSD
Individu dengan riwayat trauma berat dapat mengalami:
- Reaksi ekstrem
- Perubahan kepribadian sementara
- Respons bawah sadar untuk melindungi diri dari stres emosional
2. Faktor Budaya dan Kepercayaan
Fenomena kerasukan sering dipengaruhi oleh:
- Budaya lokal
- Kepercayaan spiritual dan religius
- Sugesti sosial dan lingkungan
Dalam psikologi, ini disebut culture-bound syndrome — gejala yang muncul dan dipahami sesuai dengan budaya setempat.
Artinya, otak dapat “membentuk” pengalaman kerasukan sesuai dengan apa yang diyakini oleh seseorang dan komunitasnya.
3. Mengapa Gejalanya Terlihat “Gaib”?
Gejala kerasukan bisa terlihat dramatis, seperti:
- Perubahan suara
- Kekuatan fisik meningkat sementara
- Gerakan tak terkendali
- Berbicara tanpa sadar
Secara medis, hal ini dijelaskan oleh:
- Aktivasi sistem saraf simpatik
- Lonjakan adrenalin
- Disosiasi kesadaran
- Reaksi stres ekstrem
4. Apakah Kerasukan Itu Nyata?
Dari sudut pandang medis:
- Gejalanya nyata
- Pengalaman pasien terasa sangat nyata
- Namun penyebabnya bersifat psikologis atau neurologis, bukan supranatural
Medis tidak menilai keyakinan spiritual, tetapi menjelaskan mekanisme biologis dan mental yang mendasarinya.
5. Penanganan Medis dan Psikologis
Jika seseorang sering mengalami kondisi seperti kerasukan, pendekatan yang dianjurkan:
Evaluasi psikiatri
Terapi psikologis (CBT, trauma therapy)
Obat jika diperlukan (antipsikotik, anti-kejang, anti-kecemasan)
Edukasi keluarga
Pendekatan budaya yang sensitif
Pendekatan terbaik adalah tidak menghakimi keyakinan pasien, tetapi tetap menangani aspek kesehatan mentalnya.
6. Kesimpulan
Dalam dunia medis, kerasukan dipahami sebagai respons psikologis atau neurologis yang kompleks, sering dipengaruhi oleh trauma, stres, gangguan mental, dan budaya. Walaupun pengalaman terasa nyata bagi penderitanya, penjelasan ilmiah tidak melibatkan unsur gaib.
Pendekatan terbaik adalah empati, edukasi, dan perawatan profesional, bukan stigma atau ketakutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....