Memahami Tanah Bergerak dan Dampaknya

  • 26 Nov 2025 09:34 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Tanah bergerak adalah fenomena geologi ketika massa tanah atau batuan mengalami perpindahan dari posisi semula. Pergerakan ini dapat terjadi secara perlahan maupun tiba-tiba, bergantung pada kondisi tanah, kemiringan, intensitas hujan, serta aktivitas manusia. Tanah bergerak termasuk dalam kategori gerakan tanah seperti longsor, pergeseran tanah, amblesan, dan nendatan.

Fenomena ini sering terjadi di wilayah berbukit, daerah rawan longsor, dan tempat yang struktur tanahnya tidak stabil. Tanah bergerak dapat menimbulkan kerusakan pada rumah, jalan, jembatan, hingga menyebabkan korban jiwa jika terjadi dalam skala besar. Dilansir dari berbagai sumber diantaranya Badan Nasional Penanggulangan Bencana

1. Penyebab Terjadinya Tanah Bergerak

a. Curah Hujan TinggiAir yang meresap ke dalam tanah akan meningkatkan beban tanah dan mengurangi kohesi (daya ikat)-nya. Kondisi ini membuat tanah menjadi mudah meluncur.

b. Struktur dan Jenis Tanah

Tanah lempung, tanah berpasir mudah jenuh air, atau tanah lapuk lebih rentan mengalami pergerakan.

c. Kemiringan Lereng

Semakin curam suatu lereng, semakin besar potensi terjadinya longsor dan gerakan tanah.

d. Penggundulan Hutan

Akar pohon membantu mengikat tanah. Ketika penutupan vegetasi berkurang, tanah menjadi tidak stabil.

e. Aktivitas Manusia

Pembangunan tanpa analisis geologi, pemotongan lereng, atau penggalian dapat memicu pergerakan tanah.


2. Jenis-Jenis Pergerakan Tanah

a. Longsor

Pergerakan massa tanah yang meluncur cepat pada bidang gelincir tertentu.

b. Rayapan (Creeping)

Pergerakan sangat lambat dan sering tidak disadari, tetapi dapat merusak pondasi bangunan dalam jangka panjang.

c. Rotational Slide

Pergerakan tanah yang berbentuk melengkung seperti mangkuk.

d. Amblesan

Turunnya permukaan tanah akibat pelapukan atau kekosongan lapisan bawah tanah.

3. Dampak Tanah Bergerak

Kerusakan bangunan, jalan, saluran air

Gangguan jaringan listrik dan telekomunikasi

Pemindahan warga dari daerah rawan

Kerugian ekonomi pada sektor pertanian, transportasi, dan permukiman

Potensi korban jiwa jika terjadi secara tiba-tiba

4. Cara Mengurangi Risiko Tanah Bergerak

a. Menjaga Vegetasi Lereng

Penanaman pohon dan rumput berakar kuat dapat menstabilkan tanah.

b. Membuat Drainase Lereng

Mengalirkan air agar tidak mengendap di tanah dapat mengurangi risiko gerakan tanah.

c. Menghindari Pemotongan Lereng Berlebihan

Bangunan di daerah curam harus mempertimbangkan kajian geologi sebelum konstruksi.

d. Pemasangan Tembok Penahan

Struktur penahan seperti retaining wall membantu menahan tekanan lateral tanah.

e. Sistem Peringatan Dini

Beberapa daerah rawan menggunakan sensor gerakan tanah untuk memantau stabilitas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....