Mengenal Fakta Unik tentang flying snake (genus Chrysopelea)

  • 31 Okt 2025 06:38 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Pada umumnya yang bisa terbang adalah burung namun tidak dengan hewan yang satu ini dikenal sebangai predator yang sangat berbahanya bahkan memiliki keunikan yang tak terduga yaitu Ular yang “terbang” memang terdengar seperti mitos, namun kenyataannya ada spesies ular dari genus Chrysopelea yang memiliki kemampuan meluncur di udara (gliding) dari satu pohon ke pohon lainnya. Berikut beberapa fakta unik dan menarik yang layak diketahui, dilansir dari berbagai sumber diantaranya National Geographic

1. “Terbang” Tapi Sebenarnya Meluncur

Meski sering disebut “flying snake”, ular ini tidak memiliki sayap dan tidak melakukan terbang aktif seperti burung atau kelelawar. Mereka meluncur dengan memanfaatkan gaya gravitasi dan bentuk tubuh mereka yang unik.

2. Bentuk Tubuh yang Diubah untuk Terbang

Sebelum meluncur, ular ini akan menaiki cabang pohon, kemudian melompat ke udara. Saat dalam lompatan, tubuhnya mengubah bentuk: tulang rusuk melebar, tubuhnya jadi lebih pipih — sehingga penampang melintang tubuhnya bukan bulat, melainkan agak datar atau berbentuk seperti “ribbon” atau pita lebar.

Selain itu, saat meluncur mereka juga melakukan gerakan bergelombang (undulasi) sepanjang tubuhnya; gerakan ini membantu mereka menjaga keseimbangan dan mengontrol arah.

3. Jarak Luncur yang Mengejutkan

Ular-lar ini dapat menempuh jarak horizontal yang cukup jauh dari titik lompatan ke titik pendaratan. Salah satu sumber menyebut bahwa mereka bisa meluncur hingga sekitar 100 meter (≈ 330 kaki) dari pohon ke pohon.

Walaupun demikian, angka ini bisa berbeda tergantung tinggi titik lompatan, kondisi angin, dan spesiesnya.

4. Persebaran Geografis dan Spesies

Genus Chrysopelea mencakup beberapa spesies yang hidup di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan wilayah lainnya.

Contoh spesies:

● Chrysopelea paradisi (Paradise flying snake) — cukup dikenal karena corak tubuhnya yang menarik.

● Chrysopelea ornata (Ornate flying snake) — juga memiliki kemampuan meluncur dan sering disebut “flying snake”.

5. Alasan / Fungsi Meluncur

Ada beberapa dugaan mengapa mereka mengembangkan kemampuan ini:

Meluncur antar pohon memungkinkan mereka berpindah ke habitat lain tanpa harus turun ke lantai hutan, yang bisa lebih berbahaya karena predator.

Mendukung pergerakan efisien di kanopi (wilayah atas pohon) yang sangat tinggi dan kompleks.

Bisa juga sebagai strategi penghindaran predator atau untuk mengejar mangsa di cabang pohon lain.

6. Bukan Bahaya Serius untuk Manusia

Walaupun disebut “terbang”, ular ini hanya meluncur dan biasanya memiliki bisa yang ringan (rear-fanged) yang terutama efektif untuk mangsa kecil, bukan manusia.

Namun, seperti semua ular, sebaiknya diberi ruang dan tidak diganggu.

7. Penelitian Aerodinamika yang Menarik

Para ilmuwan telah menggunakan pemodelan 3D, kamera kecepatan tinggi dan bahkan cetakan tubuh ular untuk mempelajari mekanisme meluncurnya. Mereka menemukan bahwa sudut tubuh saat meluncur, bentuk tubuh yang datar, dan gerakan gelombang tubuh semuanya penting untuk menghasilkan “lift” atau gaya angkat saat meluncur.

Kemampuan “terbang” (meluncur) pada ular Chrysopelea adalah salah satu adaptasi alam yang sangat unik: ular tanpa sayap yang bisa berpindah antar pohon menggunakan tubuhnya sebagai “sayap” alami. Meskipun bukan terbang aktif, gerakan meluncurnya cukup spektakuler dan menunjukkan bagaimana evolusi bisa menghasilkan solusi ekstrem untuk hidup di habitat tertentu (kanopi hutan tropis).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....