Fakta-Unik Tentang Hewan yang “Tidak Bersuara”

  • 25 Okt 2025 19:54 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Di dunia hewan, kita sering mengasosiasikan hewan dengan suara — kecerdikan burung berkicau, seruan singa, hingga dengkuran gajah. Namun ternyata ada pula hewan-hewan yang hampir atau bahkan benar-benar tidak bersuara dalam arti umum: tidak memiliki pita suara yang digunakan untuk vokalisasi yang kita dengar, atau mereka berkomunikasi dengan cara yang sangat berbeda dari suara yang kita kenal. Berikut fakta-menarik tentang hewan-hewan tersebut, bagaimana mereka “komunikasi” tanpa suara,dilansir dari berbagai sumber diantaranya Animals Around The Globe

Mengapa Ada Hewan yang Tidak Bersuara?

Berikut beberapa alasan mengapa suatu hewan bisa “tidak bersuara” atau tampak sangat senyap:

Tidak memiliki alat vokalisasi (misalnya pita suara, syrinx, atau mekanisme khusus) sehingga tidak bisa menghasilkan suara yang bisa didengar manusia.

Mereka beradaptasi dengan lingkungan di mana suara justru menjadi kerugian (misalnya untuk predator, atau hidup di habitat yang sangat tenang).

Mereka menggunakan metode komunikasi non-vokal: seperti sinyal tubuh, perubahan warna, getaran, feromon/kimia, atau bahasa tubuh.

Suara yang mereka hasilkan mungkin berada di frekuensi yang sangat rendah atau tinggi sehingga manusia tidak dapat mendengarnya, atau desain tubuh mereka membuat suara sangat minim meskipun ada.

Contoh-Hewan yang Hampir atau Tidak Bersuara

Berikut beberapa contoh menarik:

1. Jellyfish (Ubur-ubur)

Ubur-ubur tidak memiliki sistem saraf pusat yang kompleks seperti vertebrata, apalagi pita suara. Karena itu, mereka benar-benar sangat senyap — tidak produksi suara vokal seperti burung atau mamalia.

Meskipun demikian, bukan berarti tidak ada “suara” sama sekali — gerakan tubuh di air menciptakan efek fisik (semisal “whoosh”) tetapi bukan vokalisasi terstruktur.

2. Goldfish (Ikan mas)

Ikan mas adalah contoh dari vertebrata air yang sering disebut “diam” karena mereka tidak menghasilkan vokalisasi yang manusia dengar sebagai “suara” dengan pita suara seperti mamalia.

Namun, ikan tetap memiliki komunikasi — melalui gerakan tubuh, perubahan warna, atau getaran di air.

3. Sloth (Kukang atau Sloth)

Sloth sering disebut sebagai salah satu mamalia paling senyap — bergerak sangat lambat dan komunikasi utamanya bukan suara keras seperti banyak mamalia lainnya.

Mereka memang kadang menghasilkan suara kecil/celah bila terancam atau saat kawin, tetapi secara umum karakter ‘senyap’ sangat melekat.

4. Giraffe (Jerapah)

Meskipun jerapah sering dianggap hampir “tidak bersuara”, ternyata penelitian baru menunjukkan bahwa jerapah bisa mengeluarkan “humming” atau getaran vokal pada frekuensi rendah yang jarang terdengar manusia.

Namun karena frekuensinya rendah atau jarang, banyak orang masih menganggap jerapah “diam”.

Manfaat & Makna Adaptasi “Keheningan”

Untuk predator atau hewan penyergap, bergerak tanpa suara memberi keuntungan taktis.

Untuk hewan yang berada di habitat dengan banyak predator atau ancaman, keheningan menjadi bentuk kamuflase atau penundaan deteksi.

Komunikasi non-vokal sering lebih rahasia dan efisien di lingkungan padat atau gelap (misalnya di laut dalam, hutan malam).

Memberi pemahaman bahwa “tidak bersuara” bukan berarti “komunikasi nol” — hewan-hewan ini tetap punya sistem kompleks untuk bertukar informasi.

Tidak semua hewan berkomunikasi dengan suara seperti yang kita bayangkan—burung berkicau atau singa mengaum. Ada banyak spesies yang adaptasinya justru lebih senyap, baik karena fisiologi mereka yang berbeda maupun karena strategi bertahan hidup. Dengan memahami hewan-hewan seperti ubur-ubur, ikan mas, sloth, atau jerapah, kita mendapatkan perspektif baru tentang bagaimana alam memanfaatkan keheningan sebagai bagian dari kehidupan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....