Terlalu Banyak Bekerja Bisa Berujung Maut
- 16 Sep 2025 14:09 WIB
- Fak Fak
KBRN, Fakfak : Bekerja memang penting untuk menunjang kehidupan, tetapi jika dilakukan secara berlebihan tanpa keseimbangan, dampaknya bisa fatal. Fenomena ini sering disebut overwork atau karōshi (dalam bahasa Jepang, artinya "kematian karena terlalu banyak bekerja").
Dampak Fisik dari Overwork
Penyakit Jantung
Stres kronis, kurang tidur, dan tekanan kerja berlebihan dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Gangguan Tidur
Waktu istirahat yang minim membuat tubuh tidak mampu memulihkan energi. Dalam jangka panjang, hal ini melemahkan sistem imun dan mempercepat kerusakan organ.
Kelelahan Ekstrem
Bekerja terus-menerus tanpa jeda bisa memicu kelelahan fatal yang berujung pada kecelakaan kerja atau bahkan kematian mendadak.
Dampak Psikologis
- Stres Berkepanjangan: Beban mental akibat pekerjaan membuat risiko depresi dan gangguan kecemasan meningkat.
- Burnout: Kondisi ini membuat seseorang merasa hampa, kehilangan motivasi, dan sulit menikmati hidup.
Fakta Global
- Menurut WHO dan ILO (2021), sekitar 745 ribu orang meninggal tiap tahun akibat penyakit jantung dan stroke yang dipicu jam kerja panjang (lebih dari 55 jam per minggu).
- Negara dengan budaya kerja ekstrem, seperti Jepang, Korea Selatan, dan bahkan beberapa sektor di Indonesia, menunjukkan kasus kematian karena overwork.
Cara Mencegah
- Tetapkan batas jam kerja sehat (idealnya 40–48 jam per minggu).
- Jangan abaikan istirahat dan tidur berkualitas.
- Terapkan work-life balance: sisihkan waktu untuk keluarga, hobi, dan olahraga.
- Belajar berkata “tidak” pada beban kerja yang berlebihan.
- Perusahaan juga perlu membuat kebijakan yang menjaga kesehatan karyawan.
Kerja keras memang penting, tetapi hidup sehat jauh lebih berharga. Ingat, pekerjaan bisa dicari, tetapi nyawa tidak bisa diganti,demikian dikutip Indozone.Id.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....