Efek Samping Gunakan Pempers pada Anak Terlalu Lama

  • 30 Sep 2024 13:01 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Penggunaan popok sekali pakai atau pempers memang praktis bagi orang tua, terutama untuk menjaga kebersihan anak tanpa repot mengganti kain popok tradisional, namun penggunaan popok dalam jangka waktu yang terlalu lama dapat menimbulkan sejumlah efek samping bagi kesehatan kulit dan perkembangan anak. Mulai dari iritasi kulit, ruam popok, hingga risiko infeksi saluran kemih, dampak ini bisa mengganggu kenyamanan si kecil.

Anak bayi maupun balita yang gunakan popok sebaiknya jangan sesering mungkin, karena kulit anak atau bayi sangatlah sensitive. Sebagia ibu harus lebih memperhatiakn dalam penggunakan karena ada yang tidak cocok sehingga mengakibatkan ruam dan iritasi kulit

Menggunakan popok (pampers) pada anak terlalu lama dapat menimbulkan beberapa efek samping, terutama jika tidak sering diganti atau jika kulit anak sensitif. di lansir dari (hellosehat.com) Berikut adalah beberapa efek samping yang bisa muncul:

1. Ruam Popok (Diaper Rash)

  • Penyebab: Kelembapan dari urin dan tinja yang terperangkap dalam popok dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Jika popok jarang diganti, kulit bayi dapat menjadi lembap dan rawan teriritasi, menyebabkan ruam popok.
  • Gejala: Kulit kemerahan, iritasi, dan lecet di area yang tertutup popok.
  • Cara Mengatasi: Ganti popok secara teratur, bersihkan area popok dengan air hangat, dan oleskan krim pelindung yang mengandung zinc oxide.

2. Infeksi Jamur

  • Penyebab: Lingkungan yang lembap dan hangat di dalam popok bisa menjadi tempat ideal untuk pertumbuhan jamur, terutama jamur Candida. Hal ini bisa menyebabkan infeksi kulit di area popok.
  • Gejala: Ruam yang berwarna merah terang dan berbintik-bintik, kadang disertai rasa gatal atau tidak nyaman.
  • Cara Mengatasi: Oleskan salep antijamur dan konsultasikan dengan dokter jika ruam tidak membaik.

3. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

  • Penyebab: Penggunaan popok terlalu lama, terutama pada anak perempuan, dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Hal ini disebabkan oleh bakteri dari tinja yang bisa masuk ke saluran kemih jika popok tidak sering diganti.
  • Gejala: Demam, nyeri saat buang air kecil, bau urine yang tidak biasa, dan bayi terlihat tidak nyaman.
  • Cara Mengatasi: Ganti popok segera setelah basah, bersihkan area genital dengan lembut, dan berikan banyak cairan.

4. Iritasi Kulit

  • Penyebab: Gesekan antara popok dan kulit bayi dapat menyebabkan iritasi, terutama jika popok terlalu ketat atau terlalu lama dipakai. Bahan kimia dalam popok, seperti pewangi atau bahan penyerap, juga bisa memicu iritasi pada kulit sensitif.
  • Gejala: Kulit memerah, terasa gatal, atau kering di sekitar area popok.
  • Cara Mengatasi: Pilih popok yang berbahan lembut dan hypoallergenic, dan pastikan popok tidak terlalu ketat.

5. Gangguan Sirkulasi

  • Penyebab: Popok yang terlalu ketat atau tidak pas bisa menekan kulit dan pembuluh darah bayi, menyebabkan gangguan sirkulasi di area tersebut.
  • Gejala: Bekas garis merah di kulit bayi di sekitar pinggang dan paha.
  • Cara Mengatasi: Pastikan popok terpasang dengan baik, tidak terlalu ketat, dan sesuaikan ukuran popok dengan usia dan berat badan anak.

6. Keterlambatan Toilet Training

  • Penyebab: Penggunaan popok yang berkepanjangan bisa menyebabkan anak kurang terbiasa dengan keinginan buang air di toilet, yang dapat memperlambat proses toilet training.
  • Cara Mengatasi: Saat anak mulai menunjukkan tanda-tanda kesiapan toilet training, seperti mengenali dorongan buang air kecil atau besar, mulai kurangi penggunaan popok secara bertahap dan ajarkan mereka menggunakan toilet.

7. Overheating (Kepanasan)

  • Penyebab: Popok yang terlalu lama digunakan, terutama di cuaca panas, dapat menyebabkan area genital bayi menjadi terlalu panas, yang bisa membuat anak tidak nyaman.
  • Gejala: Kulit terasa hangat, kemerahan, atau bayi menjadi rewel.
  • Cara Mengatasi: Ganti popok secara teratur, dan jika memungkinkan, beri waktu tanpa popok (diaper-free time) untuk menjaga sirkulasi udara.

8. Alergi atau Reaksi terhadap Bahan Popok

  • Penyebab: Beberapa bayi mungkin alergi terhadap bahan kimia, pewangi, atau bahan penyerap dalam popok sekali pakai.
  • Gejala: Ruam, kulit kering, atau iritasi yang muncul segera setelah penggunaan popok tertentu.
  • Cara Mengatasi: Beralih ke popok berbahan organik atau kain, dan hindari popok yang mengandung pewangi atau bahan kimia berbahaya.

9. Gangguan Perkembangan Motorik

  • Penyebab: Popok yang terlalu tebal atau terlalu ketat bisa mengganggu kebebasan gerak anak, yang dapat memengaruhi perkembangan motorik kasar seperti merangkak atau berjalan.
  • Cara Mengatasi: Pilih popok yang tidak terlalu tebal dan pastikan anak memiliki waktu tanpa popok untuk berlatih bergerak bebas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....