Satu Tungku Tiga Batu Perkuat Kerukunan Fakfak

  • 06 Okt 2026 12:11 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak — Filosofi Satu Tungku Tiga Batu dinilai memiliki keterkaitan kuat dengan nilai-nilai moderasi beragama yang berkembang di Kabupaten Fakfak. Kearifan lokal tersebut mencerminkan semangat toleransi, kesetaraan, dan kerja sama antarumat beragama.

Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Moderasi Beragama Kanwil Kemenag Propinsi papua barat sekaligus Wakil Ketua III Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Barat, Dr. Abraham Yumte, M.Th., MM, dalam talk show RRI Fakfak bersama MTsN Fakfak, Selasa 6 Oktober 2026. Menurutnya, Satu Tungku Tiga Batu tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga memiliki nilai sosial dalam kehidupan masyarakat.

Abraham menjelaskan, dalam konsep kerukunan umat beragama terdapat tiga indikator utama yang menjadi perhatian, yakni toleransi, kesetaraan, dan kerja sama. Ketiga nilai tersebut dinilai memiliki kesamaan dengan filosofi Satu Tungku Tiga Batu yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Fakfak.

“Dalam sosiologi agama, Satu Tungku Tiga Batu itu mempunyai tiga indikator, ada kesetaraan, ada kerja sama dan ada toleransi,” kata Abraham. Ia menilai nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam menjaga kehidupan masyarakat Fakfak yang hidup dalam keberagaman.

Abraham juga mengungkapkan Fakfak pernah mencatat capaian tinggi dalam survei indeks kerukunan umat beragama. Berdasarkan survei yang disampaikannya, Kabupaten Fakfak mencatat nilai 91,81 pada 2018 dengan kontribusi tinggi pada indikator toleransi.

Pada periode tersebut, Provinsi Papua Barat juga disebut menempati peringkat pertama indeks kerukunan umat beragama dari 34 provinsi di Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa praktik toleransi di Papua Barat, termasuk Fakfak, memiliki kekuatan yang dapat terus dikembangkan.

Menurut Abraham, penerapan Satu Tungku Tiga Batu dapat dilihat dalam berbagai aktivitas masyarakat. Salah satunya ketika umat Muslim membantu umat Kristen dalam kegiatan keagamaan, begitu pula sebaliknya, sebagai bentuk kebersamaan dan penghormatan terhadap perbedaan.

Ia menilai praktik tersebut menjadi bukti bahwa moderasi beragama tidak hanya berhenti pada teori, tetapi telah diterapkan dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, generasi muda perlu memahami dan mempertahankan nilai-nilai tersebut agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Talk show yang dilaksanakan RRI Fakfak bersama MTsN Fakfak diharapkan menjadi ruang edukasi bagi pelajar untuk memahami hubungan antara moderasi beragama dan kearifan lokal. Penguatan nilai Satu Tungku Tiga Batu di kalangan generasi muda dinilai penting untuk menjaga kerukunan dan persaudaraan di Kabupaten Fakfak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....