FKUB Papua Barat Sosialisasikan Moderasi Beragama di Fakfak
- 06 Okt 2026 12:10 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Barat bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat melakukan sosialisasi moderasi beragama di Kabupaten Fakfak. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program penguatan kerukunan sekaligus persiapan menghadapi survei indeks kerukunan umat beragama di Fakfak pada 2026.
Ketua Badan Moderasi Beragama Kanwil Kemenag Propinsi papua barat sekaligus Wakil Ketua III FKUB Provinsi Papua Barat, Dr. Abraham Yumte, M.Th., MM, mengatakan kunjungan ke Fakfak memiliki dua agenda utama. Selain memberikan sosialisasi moderasi beragama di sekolah-sekolah, pihaknya juga melakukan visitasi sebagai persiapan pelaksanaan survei indeks kerukunan umat beragama. Hal itu disampaikannya dalam talk show yang digelar RRI Fakfak bersama Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Fakfak, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurut Abraham, kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara FKUB Provinsi Papua Barat dan Kanwil Kementerian Agama Papua Barat. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
Abraham menjelaskan moderasi beragama memiliki hubungan yang kuat dengan filosofi lokal masyarakat Fakfak, yakni Satu Tungku Tiga Batu. Filosofi tersebut dinilai mencerminkan nilai toleransi, kesetaraan, dan kerja sama yang menjadi bagian penting dalam membangun kerukunan umat beragama.
“Kalau kita bicara kerukunan, ada tiga indikator yang dipakai, yang pertama toleransi, yang kedua kesetaraan, lalu yang ketiga adalah kerja sama,” ujar Abraham. Menurutnya, ketiga indikator tersebut memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai yang hidup dalam filosofi Satu Tungku Tiga Batu.
Ia menyebut Kabupaten Fakfak pernah memberikan kontribusi tinggi terhadap indeks kerukunan umat beragama di Papua Barat. Berdasarkan survei pada 2018, Fakfak mencatat nilai 91,81 dan menjadi salah satu daerah dengan tingkat kerukunan yang tinggi.
Pada saat itu, Provinsi Papua Barat juga menempati peringkat pertama indeks kerukunan umat beragama dari 34 provinsi di Indonesia. Abraham mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari kuatnya praktik toleransi, kesetaraan, dan kerja sama yang berkembang di tengah masyarakat Fakfak.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat ketika umat beragama saling membantu dalam berbagai kegiatan keagamaan. Menurut Abraham, praktik tersebut menunjukkan bahwa kearifan lokal Satu Tungku Tiga Batu dapat menjadi kekuatan dalam menjaga kerukunan dan memperkuat moderasi beragama.
Melalui sosialisasi dan visitasi tersebut, FKUB Papua Barat berharap nilai-nilai moderasi beragama terus dipahami dan diterapkan oleh masyarakat Fakfak, terutama generasi muda di lingkungan sekolah. Upaya tersebut sekaligus diharapkan dapat mempertahankan Fakfak sebagai daerah yang memiliki tradisi toleransi, kesetaraan, dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....