Moderasi Beragama Cegah Radikalisme Generasi Muda Papua Barat

  • 06 Okt 2026 12:09 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Barat mengingatkan pentingnya penguatan moderasi beragama di kalangan generasi muda untuk mencegah paparan paham radikalisme dan ekstremisme. Upaya tersebut dinilai penting seiring semakin luasnya akses generasi muda terhadap berbagai informasi melalui media sosial.

Anggota sekaligus Wakil Ketua III FKUB Provinsi Papua Barat, Dr. Abraham Yumte, M.Th., MM., mengatakan kewaspadaan terhadap paham radikalisme perlu menjadi perhatian bersama, khususnya di lingkungan sekolah. Hal itu disampaikannya dalam talk show yang digelar RRI Fakfak bersama Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Fakfak, Selasa, 6 Oktober 2026.

Abraham yang juga terlibat dalam Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Papua Barat menyebutkan, hasil riset yang diketahuinya menunjukkan masih terdapat siswa yang terpapar paham-paham radikalisme. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya kegiatan moderasi beragama dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk membentengi generasi muda dari paham yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kebangsaan. Terlebih, perkembangan teknologi membuat anak-anak dapat dengan mudah memperoleh berbagai materi melalui media sosial dan platform seperti YouTube.

“Banyak siswa kita yang terpapar paham-paham radikalisme. Maka kegiatan moderasi beragama ini penting kita sampaikan di sekolah-sekolah untuk membendung anak-anak generasi muda kita supaya jangan mereka terpapar dengan paham-paham radikalisme dan ekstremisme,” ujar Abraham.

Ia menjelaskan, paparan informasi di media sosial perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai moderasi beragama agar generasi muda mampu menyaring informasi yang diterima. Menurutnya, tidak semua ideologi atau pemahaman yang beredar di ruang digital sejalan dengan nilai agama, kebangsaan, maupun budaya yang diajarkan di sekolah.

Abraham menyebut terdapat empat indikator utama moderasi beragama yang perlu ditanamkan kepada generasi muda, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, serta penerimaan terhadap budaya lokal. Keempat nilai tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun karakter siswa yang mampu hidup di tengah keberagaman.

Ia menambahkan, penanaman nilai toleransi juga mendorong generasi muda untuk saling menghargai dan menghormati perbedaan. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan sikap kebangsaan.

Abraham berharap kegiatan moderasi beragama yang dilakukan melalui program FKUB Go to School maupun kegiatan serupa dapat terus diperkuat di Papua Barat. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencegah radikalisme dan ekstremisme sekaligus menjaga kerukunan umat beragama di tengah masyarakat yang majemuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....