Program CKG Gratis Sasar Bayi hingga Lansia

  • 07 Jul 2026 15:21 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Kesehatan menerapkan konsep berbasis siklus hidup. Program ini menyasar masyarakat mulai dari bayi baru lahir hingga kelompok lanjut usia dengan tujuan mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Matelda Rumatora, mengatakan pelaksanaan CKG tidak hanya berfokus pada kelompok usia tertentu, tetapi mencakup seluruh tahapan kehidupan manusia.

“CKG ini lebih fokus ke siklus hidup. Jadi mulai dari screening faktor risikonya itu mulai dari anak baru lahir, kita mulai di atas 24 jam ketika anak baru lahir, di atas 40 jam sampai lansia,” ujar Matelda.

Ia menjelaskan, pelaksanaan CKG dibagi dalam beberapa kelompok layanan, salah satunya kelompok masyarakat di bawah usia 18 tahun yang masuk dalam klaster dua. Pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan melalui layanan komunitas maupun fasilitas kesehatan.

“Jadi kita pakai siklus hidup dan dibagi di beberapa kelompok, yaitu kelompok di bawah 18 tahun, itu kita katakan klaster dua. Karena cek kesehatan gratis ini tidak hanya dilakukan di komunitas, tetapi juga di puskesmas,” jelasnya.

Matelda menyebutkan, layanan CKG komunitas dilakukan melalui Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) dan puskesmas, sementara layanan khusus anak sekolah menyasar peserta didik mulai usia tujuh tahun hingga 17 tahun 59 bulan.

“Kalau di komunitas itu pelayanannya mulai dari 24 jam ketika anak baru lahir sampai lansia. Tapi kalau di anak sekolah usianya mulai dari 7 tahun sampai 17 tahun 59 bulan,” katanya.

Dalam mendukung pelaksanaan program tersebut, Dinas Kesehatan Fakfak telah melakukan sosialisasi, pendampingan, serta evaluasi ke sejumlah puskesmas untuk memastikan layanan CKG berjalan sesuai ketentuan. Pendampingan dilakukan mulai dari Puskesmas Fakfak Tengah, Bomberay Tomage, Werba, Kramomongga hingga Degen.

Menurut Matelda, kegiatan pendampingan tersebut telah dilakukan terhadap 60 puskesmas untuk melihat kesiapan pelaksanaan program CKG gratis. Ia menambahkan, tujuan utama program ini adalah menemukan faktor risiko kesehatan lebih awal agar masyarakat dapat mencegah munculnya penyakit maupun komplikasi.

“Kegiatan ini sebenarnya bertujuan untuk melakukan identifikasi faktor risiko. Jadi dia meminimalkan penemuan faktor risiko lebih awal, sehingga mencegah seseorang itu masuk kepada penyakit. Bahkan ketika seseorang sudah sebagai penyandang penyakit, dia mencegah untuk komplikasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan CKG diberikan kepada setiap orang mulai dari usia di atas 24 jam hingga lansia dan dilakukan satu kali dalam setahun. Sementara bagi masyarakat yang sudah memiliki penyakit, pemeriksaan akan diarahkan pada evaluasi pengobatan, bukan lagi sebagai peserta CKG gratis.

Untuk pencatatan hasil pemeriksaan, Dinas Kesehatan menggunakan sistem digital melalui aplikasi Sehat Indonesiaku. Setiap masyarakat yang telah mendapatkan layanan CKG wajib dicatat oleh petugas sebagai bagian dari pelaporan program kesehatan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....