Dinkes Fakfak Perkuat Pendataan Program Cek Kesehatan Gratis
- 07 Jul 2026 15:21 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak terus memperkuat pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan melakukan pendampingan kepada fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, dan komunitas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan screening kesehatan berjalan optimal hingga proses pencatatan data.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Matelda Rumatora, mengatakan kebijakan Cek Kesehatan Gratis mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) yang mulai diterapkan sejak Februari 2025.
“Kalau kita pakai rujukan dari KMK, Keputusan Menteri Kesehatan, ini mulai dari bulan Februari 2025. SK Kementerian Kesehatan itu kemudian disosialisasikan, termasuk di Kabupaten Fakfak,” ujar Matelda.
Ia menjelaskan, sosialisasi awal telah dilakukan oleh bidang kesehatan masyarakat kepada seluruh puskesmas di Kabupaten Fakfak sejak tahun 2025. Namun, saat dilakukan pemantauan langsung ke lapangan, masih diperlukan pendampingan agar pelaksanaan program dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Teman-teman yang melakukan kegiatan sosialisasi, terutama di bidang kesehatan masyarakat, sudah melakukan sosialisasi di tahun 2025 ke semua puskesmas. Tetapi setelah kami turun, ternyata memang teman-teman masih harus pendampingan,” katanya.
Menurut Matelda, pelayanan Cek Kesehatan Gratis sebenarnya sudah terintegrasi dalam berbagai layanan kesehatan yang dilakukan fasilitas pelayanan kesehatan. Masyarakat yang datang pertama kali ke puskesmas maupun mengikuti kegiatan kesehatan komunitas telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan.
“Karena cek kesehatan gratis itu kegiatannya terinklusi di dalam semua kegiatan fasilitas pelayanan kesehatan. Jadi ketika orang datang kontak pertama kali di puskesmas, atau kontak di kegiatan komunitas seperti Posyandu, Posbindu, yang sekarang terintegrasi menjadi Posyandu ILP, sebenarnya sudah dilakukan cek kesehatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, terdapat perubahan mekanisme pelaksanaan CKG antara tahun 2025 dan 2026. Jika sebelumnya pemeriksaan dilakukan saat masyarakat berulang tahun, maka mulai tahun 2026 pemeriksaan dapat dilakukan kapan saja ketika masyarakat mengakses pelayanan kesehatan pertama.
“Kalau tahun 2025 itu memang diperuntukkan ketika orang bersangkutan ulang tahun dilakukan cek kesehatan gratis. Tetapi di tahun 2026 tidak harus lagi menunggu ulang tahun, ketika dia kontak di fase pelayanan kesehatan pertama kali sudah bisa dilakukan,” ungkap Matelda.
Dalam proses pendampingan yang dilakukan Dinas Kesehatan Fakfak, salah satu kendala utama yang ditemukan adalah pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan melalui aplikasi Satu Sehat. Meskipun screening telah berjalan, namun penginputan data masih belum maksimal.
“Beberapa puskesmas sudah melakukan, tetapi kendalanya di pencatatan pelaporan. Kami juga melakukan sosialisasi bagaimana screening yang dilakukan di layanan, baik puskesmas maupun komunitas, termasuk cara pencatatan pelaporannya,” tuturnya.
Matelda menyebutkan, hingga saat ini input data CKG Kabupaten Fakfak pada aplikasi Satu Sehat masih tergolong rendah karena sebagian petugas belum terbiasa menggunakan aplikasi tersebut. Ia berharap melalui pendampingan yang dilakukan, kemampuan petugas dalam memasukkan data dapat meningkat sehingga laporan kesehatan daerah menjadi lebih akurat.
“Untuk Kabupaten Fakfak, inputan data di aplikasi Satu Sehat memang masih sedikit, masih rendah. Mudah-mudahan setelah kami lakukan pendampingan, mereka sudah mengerti bagaimana cara input data hasil screening cek kesehatan gratis,” katanya.
Ia menambahkan, kendala tersebut juga ditemukan pada pelaksanaan CKG di sekolah maupun komunitas. Petugas masih membutuhkan pemahaman terkait menu aplikasi, penginputan hasil pemeriksaan, hingga pengiriman rapor kesehatan.
“Memang mungkin masih ada sekitar 10 persen yang belum maksimal, baik di komunitas, puskesmas, posyandu, maupun sekolah. Mereka sudah melakukan pemeriksaan, hanya saja inputan data masih menjadi kendala,” pungkas Matelda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....