Taha Bahmid Ajak Warga Dukung Program PSN Pertanian

  • 12 Jun 2026 07:22 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak, Taha Bahmid, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan melalui pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) di sektor pertanian. Program tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Taha mengatakan, dukungan pemerintah pusat melalui program tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Fakfak untuk terus mengembangkan sektor pertanian, khususnya komoditas pangan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Menurutnya, perhatian tersebut harus dimanfaatkan dengan baik demi kepentingan jangka panjang.

"Kita ucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat sudah memberikan perhatian yang penuh untuk kita di sini dengan program PSN ini. Jadi harapan kita ke depan, marilah kita sama-sama masyarakat Fakfak," ujar Taha Bahmid.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat, terutama para petani dan warga yang berada di sekitar Distrik Bomberai, untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar berbagai upaya pengembangan pertanian dapat berjalan sesuai harapan.

Menurut Taha, program cetak sawah dan pengembangan pertanian tidak boleh berhenti hanya pada tahap pembukaan lahan dan penanaman satu kali. Ia menegaskan, keberlanjutan program harus menjadi perhatian bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

"Jadi kita harapkan ke depan ini barang ini bisa berkesinambungan dan tidak sampai kepada pencetakan kemudian penanaman sekali, tapi dia harus berkelanjutan," katanya.

Taha mengungkapkan, hingga saat ini kemampuan produksi petani di Kabupaten Fakfak masih sangat terbatas dalam memenuhi kebutuhan beras masyarakat. Dari total kebutuhan daerah, produksi lokal baru mampu menyuplai sekitar enam persen, sementara sisanya masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

"Kebutuhan daerah ini masih jauh sekali yang kita penuhi. Yang kita punya petani di daerah cuma enam persen saja, sedangkan sekitar 94 persen beras masih masuk dari luar. Kita berusaha ke depan supaya kalau bisa, kita bisa punya beras sendiri di Fakfak," tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....