Dinas Lingkungan Hidup Fakfak Dorong Penanganan Sampah Berbasis Masyarakat
- 05 Jun 2026 14:58 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan menegaskan komitmennya dalam memperkuat penanganan sampah berbasis masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam wawancara bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Fakfak, Ibu Liza Neirasari, ST., MT., saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di RTH Ma’ruf Amin Fakfak, Jumat 5 Juni 2026.
Menurut Liza, arah kebijakan pengelolaan sampah saat ini telah sejalan dengan arahan pemerintah pusat melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Pemerintah daerah diminta mulai memfokuskan program penanganan sampah dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.
Ia menjelaskan Kabupaten Fakfak saat ini telah memiliki bank sampah yang menjadi salah satu instrumen pengelolaan sampah masyarakat. Ke depan, DLH juga akan membentuk berbagai komunitas peduli lingkungan sebagai mitra strategis pemerintah.
Komunitas tersebut, kata dia, akan melibatkan kelompok pemuda, karang taruna hingga komunitas pemerhati lingkungan. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat berperan aktif dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
Liza menegaskan peran pemerintah dalam penanganan sampah bukan sebagai pelaksana utama, melainkan regulator, fasilitator, dan pengawas. Sementara keberhasilan pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat.
Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 juga diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi pemantik semangat baru bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
“Kita berharap setiap individu yang hadir hari ini bisa menjadi influencer lingkungan terdekatnya,” ujar Liza. Ia menginginkan pesan kampanye lingkungan dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala DLH Fakfak itu juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda agar menjadi pelopor perubahan lingkungan. Kaum muda diminta menjadi motor penggerak dalam menjaga kebersihan dan mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah.
Ia menutup dengan mengingatkan bahwa bumi bukan warisan nenek moyang, melainkan titipan bagi generasi mendatang. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari sekarang melalui tindakan sederhana, termasuk pengelolaan sampah dari rumah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....