Arus Mudik dan Balik Pelabuhan Fakfak Turun Dibanding Tahun Sebelumnya
- 02 Apr 2026 12:37 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pelaksanaan angkutan Lebaran 2026 atau 1447 Hijriyah di Pelabuhan Fakfak berlangsung aman dan lancar. Hal ini disampaikan Kepala KSOP Kelas IV Fakfak, Rudi, saat diwawancarai terkait arus balik Lebaran di pelabuhan Fakfak.
Rudi menjelaskan, kegiatan posko angkutan Lebaran telah dilaksanakan sejak 13 hingga 30 Maret 2026. Selama periode tersebut, seluruh rangkaian pelayanan berjalan tertib tanpa kendala berarti.
“Untuk kegiatan angkutan Lebaran tahun 2026, kami mengadakan posko angleb mulai tanggal 13 sampai 30 Maret 2026. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan tidak ada kendala yang sifatnya urgen,” ujar Rudi.
Ia menyebutkan, sebanyak sekitar 12 armada kapal beroperasi melayani penumpang di Pelabuhan Fakfak. Armada tersebut terdiri dari kapal milik PT Pelni, kapal perintis, serta kapal ferry milik ASDP.
“Armada yang beroperasi di Pelabuhan Fakfak ada sekitar 12 unit, di antaranya KM Labobar, KM Dobonsolo, KM Tatamailau, KM Sangiang, serta beberapa kapal Sabuk Nusantara dan kapal ferry seperti KMP Temi dan KMP Kalabia,” jelasnya.
Selain itu, terdapat pula tiga kapal yang dioperasikan oleh PT Berkat Triputra Persada, yaitu Sabuk Nusantara 54, Sabuk Nusantara 77, dan Sabuk Nusantara 61, yang turut mendukung kelancaran arus mudik dan balik tahun ini.
Dari sisi jumlah penumpang, Rudi mengungkapkan terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada arus mudik 2025 tercatat sebanyak 4.973 penumpang, sementara pada tahun 2026 menurun menjadi 4.514 penumpang atau sekitar 9,2 persen.
“Untuk arus balik juga mengalami penurunan, di mana tahun 2025 tercatat 6.243 penumpang, sedangkan tahun 2026 menjadi 6.211 penumpang, atau turun sekitar 0,5 persen,” ungkapnya.
Menurutnya, penurunan jumlah penumpang tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh kondisi perekonomian dan situasi global. Meski demikian, seluruh proses pelayanan tetap berjalan optimal berkat sinergi berbagai pihak.
“Kami tetap bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi terkait, serta operator kapal untuk memastikan pelayanan berjalan aman dan lancar. Kalau pun ada kendala, hanya kemacetan yang bisa segera diantisipasi, sehingga seluruh kegiatan embarkasi, debarkasi, dan bongkar muat tetap berjalan dengan baik,” tutup Rudi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....