KSOP Fakfak Gelar Rakor Lintas Sektor Mudik Lebaran

  • 11 Mar 2026 11:08 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Fakfak menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna memastikan kelancaran arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Rapat yang berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026, tersebut melibatkan sejumlah instansi maritim dan lembaga terkait di wilayah Kabupaten Fakfak.

Rapat koordinasi ini diikuti oleh berbagai unsur, di antaranya KSOP Kelas IV Fakfak, PT Pelindo Fakfak, PT Pelni Fakfak, Polri, TNI AL, Balai Kesehatan Kekarantinaan, Balai Karantina Hewan, serta sejumlah operator pelayaran termasuk PT SPIL. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi dalam menghadapi lonjakan penumpang selama masa angkutan Lebaran.

Kepala KSOP Kelas IV Fakfak, Rudi, mengatakan rapat koordinasi tersebut merupakan langkah awal untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam mendukung kelancaran arus mudik di Pelabuhan Fakfak. Menurutnya, koordinasi lintas sektor sangat penting agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

“Rapat koordinasi ini kami laksanakan bersama agar masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman dan nyaman. Fasilitas terminal penumpang juga akan dioptimalkan untuk mendukung pelayanan selama masa Lebaran,” ujar Rudi.

Selain itu, dalam rakor juga dibahas kesiapan pendirian Posko Layanan Mudik 2026 yang akan menjadi pusat koordinasi pelayanan dan pengawasan selama periode arus mudik dan arus balik. Rudi juga mengimbau seluruh pihak untuk mendukung berbagai program pemerintah, termasuk program mudik gratis serta stimulus diskon tiket dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan.

Sementara itu, Kepala PT Pelni Fakfak, Agus Zuldi Hermawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan tujuh kapal penumpang guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini. Kapal yang disiapkan antara lain KM Sangiang, KM Tatamailau, KM Dobonsolo, KM Labobar, KM Sabuk Nusantara 42, KM Sabuk Nusantara 75, dan KM Sabuk Nusantara 96.

Selain menambah armada, Pelni juga memperluas rute pelayaran dengan tujuan ke sejumlah wilayah di Papua dan Papua Barat seperti Sorong, Manokwari, Serui, Nabire hingga Jayapura. “Update rute dan jadwal kapal dapat dicek melalui website resmi Pelni, aplikasi Pelni Mobile, maupun melalui media sosial Pelni,” jelas Agus.

Untuk meringankan biaya perjalanan masyarakat, Pelni bersama pemerintah memberikan diskon sebesar 30 persen untuk harga tiket dasar di semua rute pelayaran. Diskon tersebut berlaku mulai 11 Maret hingga 5 April 2026 selama kuota masih tersedia. Agus juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai praktik percaloan dan memastikan tiket yang dibeli sesuai dengan identitas penumpang serta mematuhi ketentuan bagasi maksimal 40 kilogram dan larangan membawa barang berbahaya.

Rekomendasi Berita