Kualitas Udara Sanggau Masih Mengkhawatirkan
- 07 Okt 2026 12:22 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Peringatan Hari Udara Bersih menjadi momentum untuk kembali mengingatkan pentingnya menjaga kualitas udara di tengah kondisi asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Sanggau. Kondisi udara yang belum sepenuhnya membaik menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama ketika terjadi peningkatan asap akibat kebakaran hutan dan lahan maupun pembakaran terbuka.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau, Sumardi, mengatakan kondisi kualitas udara di Sanggau saat ini masih perlu diwaspadai. Berdasarkan data kualitas udara yang diambil dari Stasiun Sintang, indikator berada pada angka 116 yang menunjukkan kondisi udara masih dalam kategori yang perlu mendapat perhatian.
“Kondisi udara di Sanggau saat ini masih berbahaya, berdasarkan indikator kualitas udara yang kita pantau dari Stasiun Sintang berada di angka 116,” ungkap Sumardi dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Rabu 7 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, salah satu kendala dalam pemantauan kualitas udara secara langsung di Kabupaten Sanggau adalah kerusakan alat pendeteksi kualitas udara yang telah terjadi sejak 2025. Menurutnya, keberadaan alat tersebut sangat diperlukan karena dapat memberikan informasi secara cepat sekaligus menjadi peringatan kepada masyarakat ketika kualitas udara mengalami penurunan.
| Baca juga: Puluhan Prajurit Kodim Sanggau Naik Pangkat |
Sumardi mengatakan, pihaknya telah menyampaikan surat terkait kerusakan alat tersebut, namun hingga saat ini belum dilakukan perbaikan. Untuk sementara, indikator kualitas udara tetap dipantau secara umum melalui kondisi langsung di lapangan, pengamatan secara fisik, serta informasi dari aplikasi yang dapat digunakan sebagai bahan pemantauan.
“Ke depan kita berharap alat pendeteksi kualitas udara segera diperbaiki, karena alat itu sangat penting untuk memberikan informasi dan peringatan lebih cepat kepada masyarakat,” terangnya.
Tambahnya, mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian hutan dan lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas udara. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan serta tidak membakar sampah sembarangan, karena asap yang dihasilkan dapat mencemari udara dan berdampak terhadap kesehatan.
Peringatan Hari Udara Bersih kata Sumardi diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga kualitas udara bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran bersama. Dengan menjaga hutan, menghindari pembakaran terbuka, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, masyarakat dapat ikut berperan menciptakan udara yang lebih bersih dan sehat bagi kehidupan bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....