Udara Sanggau Terdampak Asap, BPBD Soroti Hotspot Ketapang

  • 07 Okt 2026 12:14 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau – Kondisi kualitas udara di Kabupaten Sanggau masih menjadi perhatian di tengah masa transisi darurat kebakaran hutan dan lahan. Selain faktor lokal, kondisi tersebut juga dipengaruhi munculnya titik panas dan kebakaran di wilayah lain di Kalimantan Barat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sanggau, Kristian Hendro, mengatakan secara visual kualitas udara di Sanggau saat ini mulai kembali dipengaruhi kabut asap. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian BPBD karena berkaitan dengan dampak kebakaran hutan dan lahan.

"Untuk pandangan visual terkait kualitas udara saat ini sudah hitam lagi, berbahaya dan tidak sehat," kata Kristian Hendro dalam obrolan Kentongan RRI Sanggau, Selasa 6 Oktober 2026.

Ia menjelaskan salah satu penyebab kondisi tersebut berkaitan dengan adanya hotspot di wilayah Kabupaten Ketapang. Berdasarkan data yang disampaikan BPBD Sanggau, tercatat sebanyak 651 hotspot di Kabupaten Ketapang per 6 Oktober 2026.

Menuerut Hendro, selain tingginya jumlah hotspot, kondisi kekeringan di wilayah tersebut juga menjadi perhatian. Menurutnya Kabupaten Ketapang telah mengalami kondisi tanpa hujan dalam waktu yang cukup panjang.

"Di Kabupaten Ketapang sampai dengan hari ini sudah 95 hari tidak turun hujan," ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, ditegaskan Hendro, BPBD Sanggau tetap mengaktifkan posko penanganan karhutla meskipun status tanggap darurat telah beralih menjadi transisi darurat sejak 25 September 2026. Masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap perubahan kualitas udara dan mengurangi aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....