MABM Minta Pemkab Sanggau Bangun Rumah Adat di Lima Kecamatan Jalur Perbatasan

  • 02 Okt 2026 18:55 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Pengurus Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) se Kabupaten Sanggau melakukan audiensi dengan Pemkab Sanggau, Jumat 2 Oktober 2026. Kedatangan mereka diterima langsung Bupati Sanggau, Yohanes Ontot didampingi Sekretaris Daerah Aswin Khatib.

Abang Suryadi, salah seorang pengurus MABM yang hadir mengatakan, pertemuan ini guna menyampaikan aspirasi masyarakat adat Melayu. Dikatakan, ada empat permohonan yang disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau dalam pertemuan ini.

"Pertama, meminta pembangunan rumah adat Melayu di lima kecamatan wilayah perbatasan, mulai dari Beduai, Kembayan, Sekayam, Noyan dan Entikong dibangun seperti rumah adat lainnya. Kedua, meminta Pemerintah Daerah menganggarkan anggaran untuk MABM kecamatan. Kami minta Pemerintah Daerah menciptakan persamaan anggaran, baik antara Melayu maupun dengan suku lainnya," ujarnya.

Ketiga, sambung dia, meminta Pemerintah Daerah menganggarkan pembangunan rumah ibadah yang sama dengan agama yang lain. Keempat, meminta pembenahan infrastruktur di lima kecamatan perbatasan yang kondisinya banyak mengalami kerusakan.

"Kami mohon diperhatikan pemerintah agar mobilisasi di daerah kami bisa berjalan lancar sehingga ekonomi masyarakat tidak terganggu," harapnya.

Sementara itu, Bupati Yohanes Ontot menyampaikan, Pemkab Sanggau berkeinginan untuk memfasilitasi pembangunan rumah adat Melayu di seluruh kecamatan. Namun, keinginan itu terbentur dengan ketersediaan APBD.

"Dalam pertemuan ini, intinya mereka meminta Pemerintah Daerah segera mendorong pembangunan rumah adat Melayu di lima kecamatan, bagi kita sih kalau anggarannya memungkinkan, bukan hanya lima ya, tapi semua kecamatan," kata Yohanes Ontot.

Bupati menegaskan, tidak ada niat untuk menghambat pembangunan rumah adat Melayu. Ia menyampaikan, pembangunan rumah adat Melayu akan diupayakan meski dilakukan bertahap.

"Karena yang Dayak juga ada yang belasan tahun, dan kita lihat programnya, tapi kata Pak Sekda tadi, kita lihat juga ketersediaan anggaran. Mudah-mudahan masyarakat Melayu ini bersabar, kami di Pemerintah Daerah tetap mendorong ini setiap tahun," tutupnya. (Abang Indra).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....