Karhutla Mulai Mereda, Sanggau Bersiap Masuk Masa Pemulihan
- 29 Sep 2026 21:03 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Sebanyak 11.262 titik panas atau hotspot tercatat di Kabupaten Sanggau selama masa tanggap darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Sanggau, Apriati mengatakan, jumlah hotspot meningkat 80 persen pada periode Agustus hingga September 2026.
“Data hotspot itu data titik panas kita Kabupaten Sanggau meningkat 80 persen di bulan Agustus sampai dengan September. Selama masa tanggap darurat tercatat 11.262 titik panas yang ada di Kabupaten Sanggau,” ujar Apriati dalam program Obrolan Kentongan di RRI Sanggau, Selasa 29 September 2026.
Menurutnya, konsentrasi hotspot paling tinggi terjadi pada Agustus yang mencatat lebih dari 8.000 titik panas. Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan puncak musim kemarau yang meningkatkan risiko karhutla
“Jadi artinya puncak musim kemarau di bulan Agustus itu meningkatkan titik hotspot yang sangat tinggi,” katanya.
Memasuki masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan, jumlah hotspot dalam beberapa hari terakhir disebut mulai menurun. Bahkan, Apriati mengatakan terdapat beberapa hari ketika pemantauan menunjukkan tidak ada hotspot di Sanggau.
“Jadi tadi disampaikan bahwa masa transisi ini masa dampaknya masih kita rasakan walaupun tadi intensitasnya sudah menurun, seperti tadi titik hotspot beberapa hari ini kami pantau memang menurun, ada beberapa hari memang sudah nol,” ujarnya.
BPBD Sanggau kini memperkuat langkah pencegahan agar penurunan hotspot dapat dipertahankan. Edukasi kepada masyarakat desa menjadi salah satu upaya yang dilakukan, khususnya terkait perilaku pembakaran lahan pada musim kemarau.
Apriati mengatakan, pencegahan juga perlu diperkuat melalui personel, peralatan, kolaborasi lintas pihak, serta aturan mengenai teknis pembakaran ladang. Upaya tersebut diarahkan untuk mencegah kembali meningkatnya hotspot ketika memasuki musim kering berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....