BPBD Sanggau Prioritaskan Penanganan Kelompok Rentan Pasca Karhutla
- 29 Sep 2026 21:29 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Kelompok masyarakat rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia dari sektor kesehatan menjadi prioritas utama penanganan dalam masa pemulihan pascabencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Sanggau. Langkah ini diambil guna meminimalkan dampak paparan asap serta menjaga kualitas kesehatan warga terdampak.
Hal tersebut disampaikan Apriati, Penelaah Teknik Kebijakan BPBD Kabupaten Sanggau dalam Obrolan Kentongan RRI PRO1 Sanggau, Selasa 29 September 2026. Menurutnya, perlindungan sektor kesehatan bagi balita, ibu hamil, dan lansia menjadi fokus utama selama masa transisi karena mereka merupakan kelompok yang paling rentan terdampak sisa paparan kabut asap karhutla.
| Baca juga: Hujan di Sanggau Bukan Modifikasi Cuaca |
"Yang menjadi prioritas atau kelompok sektor masyarakat yang menjadi perhatian khusus adalah yang pertama itu kalo dari segi kesehatan yang pasti adalah kelompok rentan yang melibatkan balita, ibu hamil dan lansia," jelasnya.
Selain itu, Ia menambahkan, masyarakat penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) juga menjadi fokus perhatian utama dalam penanganan saat ini. Kelompok tersebut memerlukan pengawasan kesehatan secara berkelanjutan untuk mencegah perburukan kondisi akibat dampak sisa kabut asap karhutla di wilayah Kabupaten Sanggau.
"dan juga orang dengan penderita ISPA, itu yang menjadi perhatian untuk saat ini," katanya.
Selain sektor kesehatan, kelompok peladang dan petani tradisional juga menjadi fokus perhatian yang perlu segera didata oleh dinas terkait terkait potensi risiko gagal panen. Hal ini disebabkan oleh prediksi curah hujan dengan intensitas sedang yang frekuensi turunnya masih terbilang rendah di wilayah Kabupaten Sanggau.
"Kelompok peladang, para petani tradisional, jadi memang saat ini mungkin dinas terkait bisa mendata petani-petani yang kemungkinan daerahnya gagal panen karena kondisi, karena kita diperkirakan hujan kita memang intensitas sedang tapi tingkat seringnya hujan itu memang rendah," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....