Bukan Soal Bahaya, Ini yang Bikin Beras Fortifikasi Jadi Polemik

  • 21 Sep 2026 19:49 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Polemik beras fortifikasi yang berkembang di masyarakat disebut tidak berkaitan dengan keamanan produk, melainkan kesesuaian kandungan dengan informasi pada label. Kepala Bulog Sanggau, Kartika mengatakan, persoalan tersebut perlu dipahami secara tepat agar masyarakat tidak keliru menilai beras fortifikasi.

Ia menjelaskan, polemik muncul setelah terdapat perbedaan antara klaim kandungan vitamin dan mineral pada kemasan dengan hasil pengujian. Menurutnya, kondisi tersebut membuat konsumen dirugikan karena membeli produk berdasarkan informasi yang tercantum pada label.

“Jadi asal mulanya itu kan kemarin kenapa sempat ribut itu sebenarnya bukan ke poin beras itu bahaya atau tidak sebenarnya, hanya di bagian karena di kemasan itu label di kemasan fortifikasi itu tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya,” ujar Kartika dalam Dialog Sangggau Menyapa di RRI Sanggau, Senin 21 September 2026.

Ia menegaskan, beras fortifikasi yang telah mendapatkan izin edar telah melalui proses pengujian sebelum dipasarkan. Persoalan kesesuaian kandungan dengan label berbeda dengan persoalan keamanan produk untuk dikonsumsi.

“Ketika klaim itu tidak sesuai dengan yang di label di sini posisinya adalah konsumen dirugikan, jadi di situlah polemik itu mulai ada itu bukan karena apakah itu berbahaya atau tidak," jelasnya.

Sementara itu, Ahli Gizi Sanggau, Dwi Mustikawati menjelaskan, fortifikasi pada beras bertujuan menambahkan vitamin dan mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Zat yang ditambahkan dapat mencakup zat besi, vitamin A, asam folat, vitamin B12, zinc, dan selenium.

“Jadi sebenarnya beras fortifikasi itu adalah beras yang ditambahkan jenis vitamin dan mineral, jadi kandungannya lebih bagus karena ada tambahan vitamin dan mineral,” jelasnya.

Dwi mengatakan, masyarakat tidak perlu takut terhadap istilah fortifikasi selama tetap kritis terhadap informasi produk. Namun, ia mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan label dan kandungan beras sebelum menentukan pilihan konsumsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....