Dinsos Sanggau Tegaskan Data Desil Bisa Berubah

  • 15 Sep 2026 15:21 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau – Data desil menjadi perhatian masyarakat karena digunakan untuk menggambarkan posisi tingkat kesejahteraan dalam sistem pendataan pemerintah. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Kabupaten Sanggau menegaskan bahwa data desil bersifat dinamis dan menjadi bagian dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sanggau, Ginting, mengatakan masyarakat dikelompokkan dalam desil satu hingga sepuluh berdasarkan jenjang tingkat kesejahteraan. Setiap kelompok desil memiliki proporsi sekitar 10 persen dari masyarakat yang masuk dalam sistem pendataan.

"Desil satu itu yang paling tidak sejahtera, kemudian masing-masing desil itu 10 persen," kata Ginting dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Selasa 15 September 2026.

Ia menjelaskan, data yang digunakan untuk membentuk DTSEN tidak diperoleh melalui sensus maupun survei secara langsung. Data tersebut dihasilkan melalui proses penggabungan berbagai sumber data yang kemudian digunakan untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

"Data yang ada itu tidak melalui survei, tidak melalui sensus, tetapi melalui penggabungan data," ujarnya.

Ginting menegaskan, sifat data yang dinamis membuat posisi desil masyarakat dapat mengalami perubahan sesuai dengan pembaruan data. Karena itu, desil tidak dapat dipandang sebagai data tetap yang berdiri sendiri di luar sistem DTSEN.

"Dinsos tidak menerima desil, sebab desil itu data yang dinamis dan bisa diakses di DTSEN," ujarnya.

Ginting menegaskan, dengan adanya sistem tersebut, pemerintah memiliki basis data sosial ekonomi yang lebih luas dibandingkan sistem sebelumnya. Masyarakat diharapkan memahami bahwa perubahan atau posisi desil merupakan bagian dari proses pemutakhiran data dalam DTSEN dan bukan semata-mata hasil pendataan baru di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....