Kemarau Ancam Peternakan Babi di Sanggau
- 13 Sep 2026 21:04 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak Sanggau, Ambius Anton, mengkhawatirkan kemarau panjang dan berkurangnya debit air sumur yang mulai mengancam keberlangsungan usaha peternakan babi di Kabupaten Sanggau. Kondisi tersebut, menurutnya, sudah terjadi di sejumlah unit usaha peternakan di wilayah Subah dan Tayan Hulu yang menghadapi keterbatasan air.
“Yang perlu kita khawatirkan adalah kondisi ternak babi saat cuaca panas ekstrem, terutama sekitar pukul sepuluh pagi sampai pukul dua siang. Babi tidak memiliki pori-pori untuk mengeluarkan panas melalui keringat, sehingga ketika suhu lingkungan tinggi, ternak lebih mudah mengalami stres akibat panas,” terang Anton, Minggu 14 September 2026.
Menurut Ambius, keterbatasan air menjadi persoalan serius karena peternak membutuhkan pasokan air yang cukup untuk menyiram kandang sekaligus membantu menjaga suhu tubuh babi tetap stabil. Minimnya ketersediaan air akibat kemarau membuat upaya pengendalian suhu kandang menjadi lebih sulit dilakukan.
“Kalau airnya terbatas, peternak akan kesulitan melakukan penyiraman kandang dan membantu menurunkan suhu tubuh ternak. Karena itu, kondisi ini harus diantisipasi supaya babi tidak mengalami stres akibat panas yang bisa berdampak terhadap kesehatan dan keberlangsungan usaha peternakan,” katanya.
Ia juga meminta, peternak memastikan ketersediaan air selama periode kemarau dan menjaga kondisi kandang tetap sejuk, khususnya pada jam-jam ketika suhu udara mencapai tingkat tertinggi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko stres panas pada ternak sekaligus mempertahankan kondisi kesehatan babi di tengah cuaca ekstrem.
“Harapan kita peternak bisa mengantisipasi dengan memastikan air tersedia dan suhu kandang tetap terkendali. Jangan sampai ketika suhu tinggi, air tidak ada, sehingga ternak kesulitan mendapatkan penanganan untuk mengurangi panas tubuhnya,” tuturnya.
Ambius berharap, kondisi kemarau tidak berlangsung berkepanjangan agar debit air kembali meningkat dan kebutuhan air untuk peternakan dapat terpenuhi. Ia menilai, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan ternak sekaligus memastikan usaha peternakan babi di Kabupaten Sanggau tetap berjalan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....