Keuskupan Sanggau Ajak Umat Jaga Nilai Kasih
- 13 Sep 2026 21:17 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Kehidupan bermasyarakat di era digital saat ini terus diwarnai oleh berbagai tantangan moral dan spiritual. Pengaruh budaya konsumtif serta prinsip-prinsip ekonomi dinilai mulai mengikis nilai dasar kehidupan beriman, khususnya dalam hal mengasihi dan mengampuni sesama secara tulus demi menjaga keharmonisan serta kedamaian hidup bersama.
Hal tersebut disampaikan, Ignasius Sukadani, anggota Komisi Katekese Keuskupan Sanggau dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI PRO1 Sanggau, Minggu 13 September 2026. Menurutnya, hal-hal yang sejatinya paling dekat dengan kehidupan sehari-hari kerap menjadi tantangan terbesar bagi setiap pribadi.
"Kita melihat bahwa budaya-budaya konsumtif dan pengaruh prinsip ekonomi turut memengaruhi pola pikir masyarakat. Hal ini kemudian berdampak langsung pada kehidupan iman kita," jelasnya.
Menurut Ignasius, fenomena ini menjadi pengingat penting agar masyarakat tidak membawa prinsip kalkulatif atau hitung-hitungan ekonomi ke dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Di era digital saat ini, kecenderungan untuk memperhitungkan kesalahan orang lain lebih semakin marak terjadi.
selain itu, ia menekankan kemudahan ruang berinteraksi di ruang digital seharusnya dimanfaatkan untuk menyebarkan kebaikan dan membangun kepedulian sosial. Namun yang seringkali terjadi justru sebaliknya, dimana nilai-nilai kasih dan toleransi tergeser oleh hasrat untuk selalu menuntut kesempurnaan dari orang lain.
Ia juga menyoroti fenomena sosial di media sosial, di mana publik sering kali begitu cepat menghakimi dan menyalahkan. Sikap terburu-buru ketika seseorang melakukan kesalahan bertutur kata ini akhirnya mengabaikan etika berkomunikasi serta kebenaran informasi sesungguhnya demi memuaskan emosi sesaat tanpa memikirkan dampak jangka panjangnya.
"Dalam era digital saat ini, kita cenderung mau menghitung-hitung berapa banyak kesalahan orang lain. Fenomena di media sosial memperlihatkan betapa cepatnya kita menyalahkan ketika ada seseorang yang salah mengucapkan kata," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....