Kemarau Panjang, Warga Sanggau Krisis Air
- 12 Sep 2026 21:10 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Musim kemarau panjang mulai menekan ketersediaan air bersih warga di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Miati, warga Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, mengaku debit air sumur di rumahnya terus berkurang hingga terancam mengering.
“Air sumur sekarang debitnya mulai berkurang, bahkan kami khawatir kalau kemarau terus, airnya bisa habis,” ujar Miati, Sabtu 12 September 2026.
| Baca juga: Operasi Pasar Murah Sanggau Diserbu Warga |
Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan Miati, tetapi juga sejumlah warga di sekitar tempat tinggalnya yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Keterbatasan air membuat kebutuhan untuk konsumsi, mandi, dan keperluan rumah tangga semakin sulit dipenuhi.
“Bukan hanya saya, beberapa tetangga juga mulai merasakan sulitnya mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.
| Baca juga: Radio Jadi Garda Informasi saat Bencana |
Selain krisis air bersih, ia turut menyoroti kabut asap yang mulai dirasakan warga akibat kondisi kemarau dan kebakaran hutan serta lahan. Ia menyebut, kondisi udara tersebut paling dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan kelompok rentan, terutama lansia dan anak-anak.
“Kami berharap pemerintah memperhatikan warga yang mulai kesulitan air bersih akibat kemarau panjang ini,” tegasnya.
Miati berharap, pemerintah segera mengambil langkah untuk membantu warga menghadapi ancaman kekurangan air bersih jika kemarau masih berlanjut. Ia juga berharap, kabut asap segera berakhir sehingga kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan kualitas udara di Sanggau kembali membaik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....