Warga Keluhkan Sulit dapat BBM, Wabup Susana: Kami Tidak Tinggal Diam

  • 09 Sep 2026 18:00 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali sulit didapatkan masyarakat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sanggau. Sejumlah warga Sanggau mengeluhkan BBM yang menurut mereka terbatas stoknya di SPBU.

"Tolonglah kalian (Wartawan-red) suarakan keluhan kami ini, tiap hari kan kalian bisa lihat antrean panjang di SPBU, cobalah kalian sampaikan ke Pertamina dengan Pemerintah Daerah, jangan dibiarkan begitulah," kata Wandy, salah seorang warga Sanggau, Rabu 9 September 2026.

Keluhan serupa juga disampaikan Adrian. Menurutnya, Pemerintah tidak boleh membiarkan antrean panjang berlarut-larut.

"Pemerintah seolah-olah membiarkan kesulitan kami yang harus mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan bensin (Pertalite-Red), iya kalau dapat, terkadang pas giliran kami bensin-nya habis, kesalnya disitu, dan kondisi ini tiap hari begini, seolah-olah tak ada solusi," ungkapnya.

"Saya sempat cari bensin ke SPBU lain, kondisinya juga sama. Terpaksa kami beli bensin di pengecer dengan harga Rp15.000 hingga Rp16.000 perliter. Tolonglah Pertamina dan Pemerintah Daerah carikan solusinya," sambung Adrian.

Menanggapi antrean di beberapa SPBU, Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sanggau tidak tinggal diam. Bersama seluruh unsur pimpinan daerah, Pemkab Sanggau bergerak cepat dan responsif dalam memitigasi kendala distribusi BBM yang terjadi saat ini.

"Pemerintah Kabupaten Sanggau sama sekali tidak tinggal diam. Saat ini, Pak Bupati Sanggau, dan saya selaku Wakil Bupati, serta Sekda, bersama seluruh jajaran Forkopimda serta Disperindagkop terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak Pertamina untuk mendorong percepatan pemulihan pasokan," ujar Susana Herpena.

Susana menjelaskan, kendala utama yang terjadi saat ini bersumber pada hambatan logistik di tingkat regional Kalimantan Barat. Hal itu dipicu surutnya air Sungai Kapuas yang membuat kapal pengangkut pasokan BBM terlambat.

"Musim kemarau ekstrem berdampak langsung pada menyusutnya debit air sungai utama. Karena sungai menjadi jalur transportasi vital bagi kapal tongkang pengangkut pasokan Pertamina ke wilayah pedalaman, kondisi ini otomatis memperlambat waktu distribusi hingga ke tangki-tangki penyimpanan SPBU," jelasnya. (Abang Indra).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....