Kemarau Panjang Berdampak pada Usaha Ternak Unggas Sanggau

  • 08 Sep 2026 16:59 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Musim kemarau dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan mulai memberikan tekanan terhadap keberlangsungan usaha peternak unggas di Kabupaten Sanggau. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada ketersediaan air untuk kebutuhan kandang, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada unggas.

Ketua Asosiasi Ternak Unggas Sanggau, Maun, mengatakan kekeringan membuat sejumlah sumber air yang selama ini digunakan peternak mulai mengalami penurunan hingga mengering. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dibandingkan musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya ketika ketersediaan air masih relatif mencukupi untuk kebutuhan peternakan.

“Kabut asap memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada unggas,” ungkap Maun dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Selasa 8 September 2026.

Ia menjelaskan, berkurangnya sumber air membuat peternak harus lebih memperhatikan pemenuhan kebutuhan air bagi unggas agar kondisi ternak tetap terjaga. Keterbatasan air juga dapat menambah beban operasional peternak karena diperlukan upaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan ternak di kandang.

Menurutnya, gangguan pernapasan pada ayam menjadi salah satu persoalan yang perlu diwaspadai selama kondisi kabut asap masih terjadi. Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kematian unggas sehingga berpotensi menimbulkan kerugian bagi peternak jika tidak ditangani dengan baik.

Maun menambahkan, kekeringan dan kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas peternak, tetapi juga dapat memengaruhi keberlangsungan usaha ternak dalam jangka waktu tertentu. Karena itu, peternak perlu meningkatkan kesiapan dalam menghadapi perubahan cuaca dan kualitas udara yang dapat berdampak terhadap kesehatan unggas.

“Peternak perlu meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan unggas selama musim kemarau dan kabut asap,”katanya.

Maun berharap musim penghujan segera tiba sehingga ketersediaan air dapat kembali meningkat dan kabut asap berangsur berkurang. Kondisi lingkungan yang lebih baik diharapkan dapat membantu menjaga daya tahan unggas sekaligus mengurangi risiko kematian dan kerugian yang dialami peternak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....