Satgas Karhutla Sanggau: Hujan Bukan Penanda Kemarau Berakhir
- 06 Sep 2026 21:04 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau – Satgas Penanganan Karhutla Kabupaten Sanggau mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap hujan yang turun sebagai tanda berakhirnya musim kemarau. Sekretaris Satgas Penanganan Karhutla Kabupaten Sanggau, Didit Richardi mengatakan, berdasarkan prakiraan BMKG, kemarau masih berlangsung dan mulai melandai pada Oktober 2026.
“Jadi ini yang dapat kami sampaikan kepada masyarakat, bahwa hujan yang kemarin bukan berarti mengakhiri musim kemarau kita. Karena menurut ramalan BMKG, musim kemarau kita masih panjang,” kata Didit di Posko Satgas Penanganan Karhutla Sanggau, TRC BPBD Sanggau, Minggu 6 Agustus 2026.
Didit menjelaskan, hujan yang sempat turun di sejumlah wilayah Sanggau masih tergolong ringan dan berlangsung dalam waktu singkat. Kondisi tersebut juga belum merata di seluruh 15 kecamatan sehingga belum dapat menjadi indikator berakhirnya musim kemarau.
“Oke, kami sampaikan bahwa hujan yang kemarin itu menurut catatan sementara BMKG intensitasnya adalah 0,9 mm per hari, jadi masuk kategori hujan ringan. Mengapa hujan ringan? Karena waktunya pendek dan juga tidak merata di semua 15 kecamatan di Kabupaten Sanggau,” terangnya.
Menurut Didit, berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim kemarau terjadi pada Agustus dan September 2026. Kondisi kemarau diperkirakan mulai melandai pada Oktober, namun masyarakat tetap perlu bersiap menghadapi kondisi cuaca yang belum sepenuhnya kembali normal.
"Puncaknya adalah kemarin Agustus dan bulan ini, September, dan akan mulai melandai Oktober. Curah hujan normal diprediksikan oleh BMKG itu akan terjadi mulai akhir 2026 dan normal juga di awal 2027,” jelasnya.
Karena itu, Didit meminta masyarakat tidak menurunkan kewaspadaan meski hujan sempat turun dan jumlah hotspot mengalami penurunan. Ia juga mengimbau masyarakat menghemat air serta terus bahu-membahu mencegah Karhutla dan kabut asap selama kondisi kemarau masih berlangsung.
“Semoga kita semua berharap di Satgas ini juga sama masyarakat, semoga kita masih bisa bertahanlah, menghemat air, bahu-membahu untuk sama-sama mengatasi Karhutla dan kabut asap ini,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....