Ladang Terbakar Meluas, Sanggau Perketat Pengendalian Karhutla
- 31 Agt 2026 22:00 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau - Pemerintah Kabupaten Sanggau menggelar rapat kebijakan strategis penanganan tanggap darurat bencana asap akibat karhutla, Senin 31 Agustus 2026.. Bupati Sanggau, Yohanes Ontot meminta agar aktivitas pembakaran yang berisiko memperparah karhutla segera dikendalikan.
“Sanggau untuk peladang ini sudah hampir 85 persen sudah membakar ladangnya. Yang belum mungkin tertunda, melihat kondisi mungkin di bulan September,” ungkap Bupati Ontot,
Bupati Ontot menyebut, kondisi panas saat ini memiliki risiko tinggi terhadap munculnya dan meluasnya kebakaran, sehingga masyarakat yang belum membakar ladang diminta menunda aktivitas tersebut. Selain itu, ia menilai pembakaran yang tidak terkoordinasi harus dihindari untuk mencegah munculnya titik api baru.
“Hal-hal yang memperparah kondisi hari ini, ini harus kita antisipasi, ini harus kita jauhkan dan ini harus kita hindari. Misalnya pembakaran-pembakaran ladang yang tidak terkoordinatif dengan pihak-pihak, itu ndak boleh,” katanya.
Menurutnya, karhutla dan kemarau panjang tidak hanya berdampak pada kabut asap, tetapi juga mengancam ketersediaan air dan kesehatan masyarakat melalui risiko ISPA, diare, serta DBD. Ia telah meminta Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit M.Th. Djaman menyiapkan penanganan bagi masyarakat yang terdampak.
“Akibat dampak bukan hanya dampak asap menimbulkan ISPA, tapi dampak kemarau panjang, air sulit, kering, dan menimbulkan berbagai potensi penyakit,” terangnya.
Dia menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja terintegrasi karena tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Ia memastikan, masyarakat Peduli Api di kecamatan dan perusahaan tetap dilibatkan untuk memperkuat pencegahan serta respons kebakaran di lapangan.
“Karhutla ini sebuah kejadian yang tidak bisa ditangani oleh orang perorangan, tapi harus ditangani kita bersama secara terintegrasi dari berbagai fungsi dan juga tugas masing-masing yang ada di Kabupaten Sanggau,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....