Air Bersih Sanggau Mahal, Sumur Bor Jadi Jalan Keluar
- 31 Agt 2026 21:40 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau - Persoalan mahalnya air bersih di Kabupaten Sanggau kembali menjadi sorotan, terutama ketika sumber air alami mulai tertekan akibat kekeringan dan deforestasi. Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Hendrikus Hengki menilai, pemerintah belum memiliki kemampuan untuk menyediakan air bersih secara gratis bagi masyarakat dalam kondisi saat ini.
“Kalau untuk menyiapkan gratis, saya rasa enggak mampu pemerintah. Jangankan gratis, yang ada aja masih mahal, karena memang kalau berkaitan dengan air bersih ini persoalannya bukan sekarang, sumbernya itu lho,” kata Hengki, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Hengki, persoalan utama air bersih bukan sekadar harga yang harus dibayar masyarakat, melainkan semakin sulitnya mendapatkan sumber air yang memadai. Ia menyoroti ketergantungan pada sumber air pegunungan yang kini mulai menyusut, sementara kerusakan hutan memperburuk ketersediaan air.
“Kalau posisi kita hanya mengandalkan air gunung, posisi air gunung sekarang sudah banyak yang kering. Karena memang terjadinya deforestasi dari hutan kita yang sudah mulai menghilang, nah ini jadi persoalan kita tentang air bersih,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, mahalnya air bersih juga berkaitan langsung dengan tingginya biaya operasional untuk mendistribusikan air kepada masyarakat. Kondisi geografis dan jarak sumber air membuat pemerintah membutuhkan kendaraan serta biaya angkutan yang tidak kecil, sehingga skema air gratis dinilai belum realistis.
“Air bersih ini kalau kenapa mahal, ya karena memang cost-nya besar. Karena posisi ngambil airnya juga jauh, butuh kendaraan, butuh ini, saya rasa kalau untuk gratis dengan jumlah penduduk Singkawang yang berapa ribu gini, bukan kita tidak mau gratis, tapi memang ketidakmampuan pemerintah dalam hal ini,” tuturnya.
Untuk solusi jangka pendek, Hengki mendorong pemerintah memperbanyak pembangunan sumur sebagai langkah menghadapi wilayah yang rawan kekeringan. Ia juga berharap, pemerintah pusat turun tangan membantu pengeboran titik-titik yang memiliki kebutuhan air tinggi agar beban penyediaan air dapat ditekan.
“Jangka pendeknya paling ya buat sumur-sumur ini. Mudah-mudahan dari pemerintah pusat ada juga bantu kita untuk bor titik-titik yang memang rawan kekeringan, itu aja solusinya, sumur bor, supaya lebih hemat,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....