Sampah Organik Jadi Cuan? Komunitas Sanggau Ubah Limbah Jadi Pupuk Pertanian

  • 31 Agt 2026 19:16 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Sampah organik dari rumah warga, perusahaan, dan sisa makanan di Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau dimanfaatkan menjadi kompos serta pupuk organik cair untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat. Pengolahan tersebut dilakukan Komunitas Piasak Peduli Sampah yang kini beranggotakan 13 orang.

Ketua Komunitas Piasak Peduli Sampah, Muhammad Robert E. Obie, mengatakan pemanfaatan sampah menjadi pupuk dilakukan setelah komunitas mulai mengembangkan kegiatan pertanian. Sebelumnya, anggota komunitas tidak memiliki dasar khusus di bidang pertanian dan belajar secara bertahap melalui penyuluh serta pihak perusahaan.

“Sampah organiknya kita buat kompos, pupuk cairnya kita aplikasikan ke tanaman. Yang lainnya kita tidak pakai pupuk kimia, itu cuma sedikit, aplikasi dari sampah,” ujar Robert dalam Dialog Sanggau Menyapa di RRI Sanggau, Senin 31 Agustus 2026.

Robert mengatakan, sampah dikumpulkan langsung oleh anggota komunitas dari rumah warga maupun perusahaan. Pengambilan dilakukan dengan jadwal berbeda, ada yang dilakukan setiap hari dan ada pula yang dilakukan dua hari sekali.

“Ada juga dari warga sekitar, ada sampah perusahaan juga yang kita ambil, ada dari sisa-sisa makanan. Itulah yang kita bikin kompos sama pupuk cair tadi,” katanya.

Menurut Robert, masyarakat di sekitar lokasi juga telah diberikan edukasi untuk membedakan sampah organik dan anorganik. Namun, sampah yang terkumpul terkadang masih dalam kondisi tercampur sehingga proses pemilahan kembali dilakukan oleh anggota komunitas.

“Kadang memang sudah tercampur juga, dari kitalah yang memilah lagi. Kita mencoba terus supaya masyarakat itu tahu memilih mana yang organik dan anorganik,” ungkapnya.

Robert mengatakan kegiatan pertanian tersebut juga membuat anggota komunitas belajar menyesuaikan jenis tanaman dengan kebutuhan pasar. Ia menilai petani tidak bisa sekadar menanam tanpa mempertimbangkan harga dan permintaan agar hasil produksi tetap memiliki nilai ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....